Berita Kriminal

Nasib Perampok yang Menjadi Buronan Saat Pulang Kampung, Ditembak Mati Anggota Satreskrim Muba

Nasib Buronan yang Bunuh Sopir Truk Saat Pulang Kampung, Ditembak Mati Anggota Satreskrim Muba

(guns.com)
Ilustrasi tembak 

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU - Anggota Satreskrim Polres Muba menembak mati buronan kasus pembunuhan seorang sopir truk.

Setelah menjadi buronan hampir selama 2 tahun salah satu pelaku perampokan yang menyebabkan korbannya tewas berhasil ditekuk oleh jajaran Satreskrim Polres Muba, Kamis (21/5/20) sekitar pukul 01.00 WIB.

Tersangka Heri Wisnu yang menjadi DPO tewas setelah mencoba melawan aparat kepolisian ketika hendak diamankan.

Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIK mengatakan penangkapan tersangka yang merupakan otak kasus pembunuhan 2 tahun yang lalu tepatnya pada 10 Mei 2018 setelah jajaran Reskrim mendapatkan informasi bahwa tersangka pulang ke rumahnya di Desa Karya Maju Kecamatan Keluang, Muba.

“Setelah lama menjadi DPO dan didapati keberadaan tersangka bahwa ia pulang, dipimpin langsung oleh AKP Deli Haris tim langsung melakukan penyelidikan.

Setelah benar informasi yang didapat tim langsung menuju ke rumah tersangka,”kata Yudhi, Kamis (21/5/20) sekitar pukul 17.3 WIB di Kamar Jenazah RSUD Sekayu.

Tim yang menuju kediamannya dan hendak diamankan, tersangka mencoba melakukan perlawanan.

Saat itu tersangka membawa senjata api rakitan (Senpira) jenis revolver dan mengancam keselamatan tim yang bertugas.

“Karena mencoba melawanan petugas dan telah diberikan tembakkan peringatan tiga kali. Tersangka terpaksa diberikan tindakan tegas dan terukur dan meninggal dunia,”tegasnya.

Lanjutnya, sedangkan dua orang rekannya yakni Ade Hermawan (25) dan Wayan saju (34) telah diamankan dan saat ini telah menjalani masa hukuman di Lapas Kelas II B Sekayu.

“Dua orang rekannya saat ini telah menjalani hukuman di Lapas Kelas II B Sekayu. Sedangkan satu orang lagi yang saat ini masih DPO yakni Ruli masih dalam tahap pengejaran, saya mengimbau terhadap satu tersangka segera menyerahkan diri kalau tidak kita akan bakal ungkap kasus di kamar jenazah seperti ini lagu,”jelasnya.

Perlu diketahui, sebelumnya telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi pada tanggal 10 mei 2018 lalu terhadap korban Kemas Alfandy bin Abdul Hamid di Jalan Sekayu – Bandar Jaya, tepatnya di Dusun 1 Desa Bandar Jaya, Kecamatan Sekayu Kabupaten Muba.

Dimana tersnagka Ade dan Wayan menumpangi mobil truk yang dikendarai oleh korban, sedangkan Heri Wisnu dan Ruli yang saat ini masih DPO membuntui dari belakang.

Tepat di TKP terjadi perkelahian antara korban dan para tersangka yang menyebabkan korban meninggal dunia akibat luka tembakkan yang dilepaskan ke arah dada. Usai menembak korban tersangka langsung membawa kabut truk milik korban. (dho)

Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved