Breaking News:

Idul Fitri 1441 H

Bolehkah Salat Idul Fitri di Rumah Tanpa Khutbah? Ini Hukumnya

Dosen Perbandingan Mazhab UIN Raden Fatah, Bitoh Purnomo mengatakan, khutbah salat Idul Fitri berbeda salat Jumat.

Editor: Wawan Perdana
Khiril
Foto Ilustasi Salat : Pemerintah menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan salat Idul Fitri di rumah masing-masing. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Pemerintah menganjurkan umat Islam untuk melaksanakan salat Idul Fitri di rumah masing-masing.

Imbauan untuk tidak salat di masjid atau di lapangan demi memutus rantai penyebaran Covid-19.

Namun, yang kerap kali menjadi pertanyaan adalah bolehkah salat Id di rumah tanpa diikuti khutbah?

Dosen Perbandingan Mazhab UIN Raden Fatah, Bitoh Purnomo mengatakan, khutbah salat Idul Fitri berbeda dengan salat Jumat.

Pada salat Idul fitri khutbah hukumnya sunah.

"Kalau takut dan khawatir tidak bisa berkhutbah, tidak berkhutbah pun tidak apa-apa," kata Bitoh, Rabu (20/5/2020).

CEK FAKTA : Bantuan Bahan Pokok di Muratara Memang Tanpa Telur

Menurut Bitoh, jika ingin berkhutbah dengan cara membaca teks khotbah pun tidak mengapa.

Agama pun tidak mempermasalahkan imam salat Id di rumah membaca teks khutbah Idulfitri.

Dosen Ilmu Hadis UIN Raden Fatah, Sulaiman Muhammad Nur menjelaskan khutbah dilaksanakan menjadi dua bagian.

Khutbah pertama dilakukan dengan urutan membaca takbir sembilan kali, memuji Allah dengan membaca alhamdulillah, membaca salawat nabi, yaitu Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad, berwasiat tentang takwa dan membaca ayat Alquran.

"Ayat Alquran yang dibaca pun harus utuh, bukan penggalan ayat. Baca terjemahan ayat tersebut dan kalau bisa diulas," jelasnya.

Kumpulan Ucapan Selamat Hari Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah, 24 Mei 2020

Setelah khotbah pertama dilanjutkan khutbah kedua dengan urutan membaca takbir sebanyak tujuh kali, memuji Allah dengan membaca Alhamdulillah, membaca salawat nabi, yaitu Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad, berwasiat tentang takwa dan mendoakan kaum muslimin

"Duduk sekira sebentar, tumakninah bangkit lagi, hamdalah, salawat, berwasiat takwa (ittaqullah). Khotbah kedua ditutup doa. Doa sapu jagat juga boleh." ujar Sulaiman. (SP/ Jati Purwanti)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved