Berita Lubuklinggau

Rumah Warga Lubuklinggau Rata Dengan Tanah Akibat Diterjang Banjir Bandang

Rumah Warga Lubuklinggau Rata Dengan Tanah Akibat Diterjang Banjir Bandang

Tribunsumsel/Eko Hepronis
Iksan saat membersihkan puing-puing rumahnya di Jl Sungai Kelingi, RT 02, Kelurahan Moneng Sepati, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Iksan (47) warga Jalan Sungai Kelingi, RT 02, Kelurahan Moneng Sepati, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II tertunduk lesu menyaksikan rumahnya rata dengan tanah.

Rumah berukuran 6x12 meter persegi itu ambruk setelah dihantam banjir kiriman sungai Kelingi dari wilayah Curup Bengkulu, Rabu (20/5/2020) pagi.

Beruntung dalam kejadian itu Iksan bersama istri dan ketiganya anaknya berhasil menyelamatkan diri.

Iksan menceritakan satu jam sebelum kejadian aliran Sungai Kelingi masih seperti biasa, tidak ada tanda-tanda sungai Kelingi akan banjir dan meluap masuk pemukiman warga.

Saat itu ia masih sempat pergi ke Sungai Kelingi mencuci tangan karena sehabis membersihkan kandang kambing, tidak lama berselang hujan turun cukup deras mengguyur Kota Lubuklinggau.

Ia pun masuk kedalam rumah berkumpul dengan anak dan istrinya.

Tidak lama berselang tiba-tiba ia dikagetkan air mulai masuk kerumahnya, ia pun bergegas keluar melihat Sungai Kelingi meninggi.

"Kami langsung beres-beres mengangkut barang-barang ke atas ketempat yang lebih tinggi, termasuk memindahkan kambing ke tempat yang lebih aman," katanya saat dibincangi Tribunsumsel.com.

Setelah semua barang dan ternak miliknya diungsikan air semakin tinggi, alirannya semakin deras, pertama air menghayutkan kandang kambing, disusul dengan dapur rumah, baru kemudian rumahnya ambruk.

"Kejadiannya cepat sekali, saya sempat takut, ini paling parah dari sebelumnya, biasanya hanya setengah meter air surut, tapi ini tambah tinggi sampai-sampai rumahnya ambruk pak," katanya.

Halaman
123
Penulis: Eko Hepronis
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved