Inilah Rincian Besaran BLT di Banyuasin, Resmi Dilauching Bupati Askolani

Secara resmi bantuan langsung tunai (BLT) telah dapat di terima masyarakat yang terdampak perekonomiannya

ISTIMEWA
Bupati Banyuasin kunjungi warga yang terkena dampak Covid-19. 

 TRIBUNSUMSEL.COM, PANGKALAN BALAI — Secara resmi bantuan langsung tunai (BLT) telah dapat di terima masyarakat yang terdampak perekonomiannya akibat wabah Covid 19 di kabupaten Banyuasin. secara simbolis pemberian bantuannya dilakukan Bupati Banyuasin, H.Askolani ke warga di tiga kecamatan, Senin (18/5).

Satu demi satu, ATM bantuan Sosial Pemkab Banyuasin dan dana Desa termasuk PKH dan Bantuan Sembako Kemensos di berikan kepada masyarakat miskin yang ada di Desa Pangkalan Panji Kecamatan Banyuasin III, yang menjadi Desa Pertama sebagai lokasi penyerahan bantuan sosial secara simbolis tersebut.

Orang nomor satu di Banyuasin ini, memastikan semua warga Banyuasin yang berhak mendapatkan bantuan akan mendapatkan hak mereka ditengah wabah covid 19 tersebut.

“Mulai hari ini, Bantuan Sosial Kemensos maupun Bantuan Penanganan Dampak Covid 19 Bidang Pengamanan Jaringan Sosial Kabupaten Banyuasin kita bagikan secara serentak kepada masyarakat di 288 Desa 17 Kelurahan di 21 Kecamatan, “kata Bupati Askolani.

“Kepada warga yang mendapatkan bansos ini, saya pesankan agar uangnya digunakan untuk membeli bahan makanan, bukan untuk membeli pulsa, rokok atau hal lain yang tidak terlalu di butuhkan disituasi wabah covid 19 ini, “katanya.

Bupati Askolani memastikan semua masyarakat Banyuasin yang berhak akan mendapatkan hak mereka. Dan secara simbolis kami bagikan di tiga lokasi yakni Desa Pangkalan Panji Kecamatan Banyuasin III, Desa Sido Mulyo Kecamatan Air Kumbang dan Kelurahan Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa.

“Saya pastikan warga yang berhak mendapatkan bantuan ini, jumlah penerima bansos baik dari Kemensos maupun Kabupaten Banyuasin sudah berjumlah 148.910 KPM rasanya sudah terdata semua, mengingat jumlah Kepala Keluarga di Banyuasin ada 247.367 Kepala Keluarga, artinya sudah hampir 70 persen lebih, “terangnya.

Jika masih ada warga miskin yang belum terdata baik dalam bantuan sosial Kemensos maupun Bantuan Penanganan Dampak Covid 19 Bidang Pengamanan Jaringan Sosial Kabupaten Banyuasin, jelas Askolani, pihaknya telah menyiapkan bantuan pangan 40.000 paket sembako yang terdiri dari 400.000 kilogram beras dan 40.000 dus mie instant.

“Bantuan pangan ini, khusus bagi masyarakat yang karantina covid 19 dan yang belum terdata dalam bansos. Bagi yang kaya, pegawai, yang ada gaji bulanan kiranya untuk tidak ikut mendaftar, kita utamakan kepada warga kita yang memang memerlukan bantuan, “tegasnya.

Dijelaskan Askolani, setelah dilakukan verifikasi dan validasi ulang tahap ke dua secara berjenjang dari desa berdasarkan berita acara rapat di tingkat desa, kecamatan hingga Kabupaten, jumlah Miskin Baru dampak covid (Misbar) bertambah 17.357 KPM dari sebelumnya 45.547 KPM menjadi 62.904 KPM. Begitu juga penerima bantuan sosial Kemensos terdapat penambahan menjadi 86.006 KPM dari 77.191 KPM dengan rincian, PKH BSP dari 28.229 KPM menjadi 28.423 KPM, Perluasan BSP dari 15.816 KPM menjadi 16.444 KPM, Bansos Tunai dari 15.901 menjadi 19.003 KPM, tambahan PKH 4.891 KPM dan BSP non PKH 17.245 KPM.

Halaman
12
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved