Berita Lubuklinggau

Seorang Warga Lubuklinggau Ditemukan Tewas di Kontrakannya, Petugas Pakai APD Evakuasi Jenazah

Seorang Warga Lubuklinggau Ditemukan Tewas di Kontrakannya, Petugas Pakai APD Evakuasi Jenazah

Tribunsumsel
Warga dan polisi saat mengevakuasi jenazah Wak kerumah sakit. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Warga RT 01 Kelurarah Pasar Satelit Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau mendadak heboh dengan dikejutkan meninggalnya Wak (60) dikamar kontrakannya, Jumat (15/5) sore.

Saat ditemukan Wak meninggal dalam kondisi sudah tertulungkup tak bernyawa di atas kasur diduga ia meninggal dunia karena sakit.

Informasi dilapangan Wak pertama kali ditemukan tetangganya, mereka melihat rumah korban tampak gelap dan korban tidak pernah keluar rumah.

Karena merasa curiga tetangganya mengintip dari kaca jendela mereka melihat orang seperti tidur,
setelah itu, saat mereka masuk ke dalam menyalakan melihat Wak sudah terbujur kaku.

Saat ditemukan mulutnya bekas mengeluarkan darah, kemudian saksi melaporkan kejadian itu ke RT dan melapor ke polisi.

Ali warga setempat menceritakan, berdasarkan keterangan tetangganya sebelum ditemukan meninggal Wak terlihat Rabu (12/5) lalu, saat itu Wak dalam keadaan sakit.

"Mereka melihat (Wak) muntah-muntah mengeluarkan darah dari mulutnya, setelah itu disuruh istirahat dan berobat," kata Ali pada wartawan.

Ia menuturkan, selama ini Wak tinggal sendirian dirumah, menurutnya selama ini Wak memang sudah sering sakit-sakitan, bahkan saat sakit pernah dibantu tetangganya.

"Saat muntah darah ada tetangganya ikut membersihkan darah yang keluar dari mulutnya. Setelah itu tidak pernah keluar-keluar lagi," paparnya.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Mustofa melalui Kasat Reskrim AKP Alex Andriyan mengatakan jika korban memiliki riwayat penyakit. Hasil pemeriksaan tubuh korban tidak ditemukan luka benda tumpul ataupun senjata tajam.

"Keterangan tetangga sekitar kakek tersebut sudah dua hari muntah dan mengeluarkan darah," paparnya.

Ia menduga korban meninggal kemarin, karena dilihat dari kondisi darah yang keluar dari mulutnya sudah mengering. Mayat tersebut kini dibawa ke Rumah Sakit untuk dilakukan pemeriksaan.

“Karena mengantisipasi virus corona, petugas medis yang mengevakuasi menggunakan seragam Alat Pelindung Diri (APD)," ujarnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved