Breaking News:

Virus Corona

Di Jepang, Ada Orangtua Ingin Bunuh Diri Karena Stres Terlalu Lama Bersama Anak Saat Wabah Corona

Di Jepang, Ada Orangtua Ingin Bunuh Diri Karena Stres Terlalu Lama Bersama Anak Saat Wabah Corona

Editor: Siemen Martin
tribunsumsel.com/khoiril
Ilustrasi 

Beberapa penelpon itu mengatakan jika mereka berpikiran untuk bunuh diri saat ada anggota keluarga yang terinfeksi.

Beberapa organisasi anggota federasi telah menangguhkan layanan, mengingat sebagian penasihat telah lanjut usia.

Namun, organisasi lainnya terus melayani penelepon selama periode yang sulit, dalam skala yang dikurangi.

Saitama Inochi no Denwa, salah satu hotline tersibuk di Jepang, memilih untuk mempertahankan layanan 24 jamnya.

Dari sekitar 70 panggilan yang diterima per hari baru-baru ini, sekitar 70 hingga 80 persen terkait dengan virus corona.

Angka tersebut menandai kenaikan tajam dari sekitar 20 persen pada awal April.

Beberapa penelpon bisa menghabiskan waktu sekitar 2 jam untuk konsultasi.

"Kami dapat mempertahankan sistem ini karena ada penasihat yang datang meskipun ada tentangan dari keluarga mereka," kata Takeshi Naito, sekretaris jenderal badan Saitama.

Sementara itu, bagi generasi muda lebih memilih layanan perpesanan untuk meminta nasihat.

Untuk itu, layanan Lifelink menawarkan jasanya menggunakan aplikasi Line.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved