Dua Bulan Rusimi Tergeletak Menahan Sakit

Rusimi (88) warga Desa Darmo menyambut suka cita saat menerima bantuan dari PT Satria Bahana Sarana (SBS) Tanjung Enim.

Penulis: Ika Anggraeni | Editor: Ray Happyeni
TRIBUNSUMSEL
Rusimi sudah lebih dua bulan tergeletak karena sakit. 

TRIBUNSUMSEL.COM,MUARAENIM --- Rusimi (88) warga Desa Darmo menyambut suka cita saat menerima bantuan dari PT Satria Bahana Sarana (SBS) Tanjung Enim.

Berdasarkan pantauan Tribunsumsel.com, Selasa (12/5/2020) meskipun sedang sakit dan tak mampu lagi duduk atau berdiri, Rusimi tampak bersemangat saat menerima kedatangan pihak perusahaan yang merupakan cucu dari PT Bukit Asam tersebut yang didampingi oleh kades Darmo, Ilwan.

Sesekali Rusimi yang hampir dua bulan lebih ini hanya tidur tergeletak menahan sakit melempar senyum kepada orang-orang yang masuk ke dalam rumahnya tersebut.

Seperti yang dituturkan Rosa (22) cucu Rusimi yang menyampaikan sudah dua bulan lebih ini Rusimi terbaring tak berdaya.

" Nenek sakit sudah dua bulan ini,sebelum corona ada dia sempat kami bawa ke rumah sakit. Setelah keluar dari rumah sakit sedikit membaik, dan sekarang dia tidak bisa lagi duduk atau berdiri," katanya.

Rosa menyampaikan terima kasih atas kepedulian perusahaan yang sudah berkenan datang langsung ke rumah-rumah warga untuk menyampaikan bantuan berupa sembako.

"Di tengah covid ini kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan, sembako ini sangat diperlukan untuk menyambung hidup sehari-hari," katanya.

Dirut PT SBS, Fx Sigit Heri Basuki melalui Vice President HCGS, Reviyanto didampingi Ketua Panitia SBS Berbagi, Fahrozi mengatakan dalam rangka Bulan Ramadan dan dalam situasi covid 19 saat ini, pihaknya sebagai salah satu perusahaan yang ada di kecamatan Lawang Kidul terpanggil untuk turut berbagi bersama masyarakat.

"Makanya kita sepakat membuat program SBS Berbagi, kita bekerja sama dengan pemerintah kecamatan Lawang Kidul dan Muaraenim yang langsung melibatkan lurah dan kades untuk membagikan sembako sebanyak 1.200 paket sembako untuk diserahkan langsung kepada yang berhak menerimanya dalam hal ini masyarakat kurang mampu," katanya.

Dalam memenuhi kebutuhan paket sembako ini, pihaknya membeli langsung paket tersebut di warung-warung warga yang ada di sekitar desa atau lurah tersebut.

"Kita sengaja tidak ambil di agen-agen besar, karena kita ingin ada pemberdayaan ekonomi warga setempat, jadi kita beli sesuai harga yang biasa mereka jual," jelasnya.

Ia berharap dengan adanya pembagian sembako ini,dapat membantu masyarakat terutama di tengah pandemi covid 19 ini. (ika anggraini)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved