Corona di Palembang
Warga Palembang Tak Pakai Masker Dikarantina, Dijemur, Hanya Ditanggung Makan Buka Puasa
Bagi yang tidak memakai masker dikarantina di Gedung Guru PGRI dengan alasan untuk efisiensi anggaran
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Pemerintah Kota Palembang masih terus mengoptimalkan upaya penerapan protokol kesehatan Covid-19 dengan memberi efek jera kepada warga bandel tak pakai masker.
Bagi yang tidak memakai masker dikarantina di Gedung Guru PGRI dengan alasan untuk efisiensi anggaran.
Walikota Palembang, Harnojoyo menyebutkan, perpindahan lokasi karantina juga dikarenakan adanya tempat/fasilitas yang kapasitasnya ia nilai lebih besar dibandingkan di asrama haji.
"Yang penting ada tempat yang memadai. Apalagi kapasitasnya lebih besar dan satu kamar bisa menampung tiga orang. Di sana kita siapkan 25 kamar. Artinya bisa menampung 75 orang," jelasnya, Minggu (10/5/2020).
• Palembang Bertambah 23 Positif Corona, Daftar Sebaran ODP, OPD dan Positif Covid-19 di Sumsel 9 Mei
Menurutnya, upaya mengkarantina kan warga yang belum mematuhi protokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19 bukan tanpa alasan, karena inilah sebagai langkah untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Sehingga masyarakat lebih memahami dan mematuhi protokol kesehatan
"Mau PSBB atau belum, tapi upaya-upaya pencegahan sudah kita lakukan seperti bagi yang tak pakai masker saat keluar rumah maka akan dikenai sanksi," tegasnya.
Sementara itu, Sekertaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa menambahkan, pemindahan lokasi juga sebagai upaya efisiensi serta terkait efek jera maka lebih memungkinkan dilakukan di wisma PGRI.
"Di sini kita tetap sewa dan belum ada batas waktu sampai kapan. Di Asrama Haji evaluasi kami memang terkait soal efek jera namun pemindahan ke Wisma PGRI lebih kepada efisiensi anggaran," ujarnya.
Sekda menambahkan, Meski dalam satu kamar memang berisi tiga orang namun jarak antara tempat tidur tetap seusai dengan protokol kesehatan yakni 1,5 hingga 2 meter.
"Itu cukup laik, walau tanpa AC dan hanya dilengkapi kipas angin. Makan yang ditanggung Pemkot hanya berbuka puasa sementara untuk sahur tidak. Kita perbolehkan bila keluarga untuk mengantarkan makanan," katanya.
Dewa juga menepis anggapan bahwa karantina akan diberikan fasilitas yang "enak".
Sebab, mereka yang terjaring razia sebelum masuk kamar karantina akan diminta berjemur, kemudian setelahnya akan diberikan edukasi seputar Covid-19 yang juga harus mereka hafalkan
"Keesokan harinya mereka juga akan kita minta hafalan terkait covid harus disampaikan ke petugas, lalu dijemur baru mereka boleh pulang," jelasnya. (Sp/ Rahmaliyah)