Prabumulih Dinilai Tercepat Tanggulangi Penyebaran Covid 19

Banyaknya keluhan dan pertanyaan sejumlah pihak yang menyatakan Prabumulih lamban dalam penanganan corona

ISTIMEWA
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Prabumulih, Sutarno SE. 

* Siapkan 2000 Rapid Test, Langsung Tracking dan Tes Warga Kontak Erat

 

 

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Banyaknya keluhan dan pertanyaan sejumlah pihak yang menyatakan Prabumulih lamban dalam penanganan corona serta diduga menutupi jumlah pasien positif karena tidak signifikan bertambah, mendapat tanggapan tegas dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Prabumulih, Sutarno SE.

Sutarno menegaskan, kota Prabumulih tergolong tercepat dalam upaya penanggulangan dan pencegahan penyebaran virus corona. Terbukti, kota Prabumulih pertama di Sumsel membagikan sembako dan 37 ribu masker kepada masyarakat, sudah 4 kali penyemprotan disinfektan seluruh kelurahan maupun tempat umum dan Prabumulih memiliki 2000 rapid test sehingga jumlah pasien positif corona tidak bertambah signifikan seperti daerah-daerah lain. Jikapun ada prnambahan merupakan pasien Impor alias datang dari luar daerah.

"Salah kalau dibilang lamban, kota Prabumulih ini malahan tercepat dalam penanganan Covid 19. Sekarang ini pasien positif tidak bertambah signifikan seperti daerah lain bahkan sembuh sudah banyak, begitupun untuk ODP, PDP dan OTG menurun, kami DPRD Prabumulih tau persis karena kami selalu mengikuti dan memantau kinerja pemerintah,," Tegas Ketua DPRD Prabumulih ketika diwawancarai akhir pekan kemarin.

Sutarno mengatakan, mengapa Prabumulih cepat dalam pencegahan dan penanggulangan Covid 19 karena kota Prabumulih katika ada pasien positif langsung ditrack lalu orang-orang yang kontak erat langsung dirapid tes dan yang positif rapid langsung diisolasi di rumah sakit disediakan maupun isolasi mandiri.

Tabel penanggulangan Corona di Prabumulih.
Tabel penanggulangan Corona di Prabumulih. (ISTIMEWA)

"Jadi begitu ada warga dinyatakan positif hasil swab maka tim gugus tugas langsung tracking siapa-siapa yang kontak erat dan langsung dirapid tes. Jika positif rapid test langsung diisolasi baik ke rumah sakit maupun secara mandiri dirumah dengan dipantau ketat petugas medis," ujarnya.

Berbeda dengan daerah lain menurut Tarno, dimana warga yang kontak erat dengan pasien positif harus menunggu swab diajukan ke Provinsi dan selama menunggu kemungkinan tidak isolasi sehingga sudah menyebar kemana-mana.

Halaman
12
Penulis: Edison
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved