Breaking News:

Kolak dan Es Teler Eksis di AS

MAHASISWA muslim Indonesia yang study di Amerika Serikat tetap melaksanakan ibadah puasa. Beda seperti tahun-tahun sebelumnya Ramadan tahun ini

Kolak dan Es Teler Eksis di AS
ISTIMEWA
Widya (kanan atas) dengan teman-teman Muslim Indonesia dan Malaysia di Urbana Champaign, Illinois.

MAHASISWA muslim Indonesia yang study di Amerika Serikat tetap melaksanakan ibadah puasa. Beda seperti tahun-tahun sebelumnya Ramadan tahun ini dilalui dalam kondisi pandemi covid 19.
Kondisi ini tak mengurangi kekhusyukan dalam menjalan ibadah puasa. Ingin berbagi pengalaman dengan semua pembaca Tribun Sumsel, berikut ini kisah puasa di Negeri Paman Sam, kiriman dari mahasiswa Indonesia di AS Widya Ramadani yang asli orang Palembang.

***
SAYA Widya Ramadhani. Saya berasal dari Palembang, Sumatera Selatan dan saat ini menjadi mahasiswa doktoral di University of Illinois at Urbana Champaign. Ini adalah tahun ke-4 saya merasakan bulan Ramadan di Amerika Serikat.

Walaupun jauh dari rumah saya di Palembang, Indonesia, pengalaman beribadah selama Ramadan di Urbana di tahun-tahun sebelumnya tidak kalah serunya. Biasanya setiap hari saya bisa berkumpul dengan teman-teman saya sesama Muslim, baik yang dari Indonesia atau negara lainnya di masjid untuk berbuka puasa bersama, solat tarawih, bahkan tidak jarang itikaf di masjid sampai keesokan harinya.

Biasanya di tahun lalu, sekitar jam lima sore, saya pulang ke apartemen untuk memasak takjil ala Indonesia, seperti bakwan, kolak, es teler, dan lainnya untuk saya bungkus dan bawa ke masjid agar bisa berbagi dengan teman-teman. Untuk makanan utama, biasanya saya dan teman-teman selalu dapat makanan dari masjid.

Di Central Illinois Mosque and Islamic Center (CIMIC), masjid terdekat dari tempat saya tinggal, setiap harinya di bulan Ramadan selalu disediakan menu buka puasa gratis. Yang menyediakan makanan adalah community member, bisa jadi perorangan, keluarga, organisasi, bahkan ada satu hari dimana Chancellor (kalau di Indonesia, setara rektor) kampus yang mensponsori hidangan buka puasa. Di Bulan Ramadan, semua orang berlomba-lomba dalam kebaikan, termasuk dalam menyediakan hidangan buka puasa.

Tim keluarga Indonesia juga tidak mau kalah untuk berbagi kebaikan. Biasanya, sekitar satu bulan sebelum bulan Ramadan, kita sudah sepakat memilih satu hari yang akan jadi hari berbuka dengan menu makanan Indonesia di masjid. Persiapan dan pelaksanaannya seru sekali, dari mulai penentuan menu, belanja bahan, pembagian tugas, proses memasak, dan penyajiannya. Tahun lalu, menu buka puasa dari tim Indonesia adalah nasi uduk, mi goreng, ayam bakar, lumpia goreng, sayur buncis bakso, dan yang paling penting adalah es buah untuk takjilnya. Karena tim kami tidak begitu banyak, kami juga dibantu oleh teman-teman Indonesia yang non-muslim. Mereka membantu penyajian, sehingga kami yang muslim bisa khusyuk solat magrib dan tidak terburu-buru untuk mendistribusikan makanan selepas solat Magrib.

Jadi, teman-teman non-muslim juga ikut ke masjid? Ya, tentu saja boleh, bahkan diterima dengan hangat. Di Urbana Champaign, banyak teman-teman non-muslim yang tertarik ingin mengetahui aktivitas orang Muslim di Bulan Ramadan, khususnya saat berbuka dan solat tarawih. CIMIC membuka lebar pintunya untuk semua orang yang ingin ikut hadir di masjid, makan bersama saat buka puasa, dan merasakan suasana solat tarawih. Hal ini menjadi sebuah kesempatan untuk membangun toleransi antar umat beragama.

Namun, Bulan Ramadan kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Seperti yang kita tahu, pandemi COVID-19 membuat adanya peraturan pembatasan berkumpul demi memperlambat laju pernyebaran virus COVID-19. Sejak diberlakukannya stay at home order (aturan untuk tinggal di rumah) di Illinois pada 22 Maret 2020, saya memutuskan untuk tinggal sementara di Virginia. Keputusan diambil karena di Illinois saya hanya tinggal sendiri, sementara di Virginia saya bisa bersama dengan keluarga. Hingga sekarang, saya masih di Virginia bersama dengan suami dan keluarga besarnya. Walaupun kami tidak bisa ke masjid untuk solat tarawih, kami masih bisa menikmati buka puasa dan tarawih bersama dengan keluarga.

Keterbatasan untuk berkegiatan di masjid tidak membuat saya kesulitan untuk mengikuti kegiatan keagamaan. Dengan bantuan teknologi, saya masih bisa mengaji bersama ibu-ibu pengajian di Illinois setiap harinya melalui Facebook call. Saya juga masih bisa mengikuti kelas tafsir bersama teman-teman muslimah dari berbagai negara yang sedang menuntut ilmu di kampus saya melalui aplikasi Zoom. Ada juga banyak webinar yang ditawarkan oleh berbagai organisasi baik di Amerika Serikat maupun Indonesia yang dengan mudah diakses melalui internet. Teknologi juga mempermudah saya untuk tetap aktif mengikut kegiatan belajar belajar dan riset saya yang masih berlangsung di kampus, walaupun di tengah kondisi pandemik saat ini.

Bulan Ramadan tahun ini jatuh di bulan April-Mei, sehingga durasi puasa sekitar 15 jam. Biasanya, saya bangun sahur sekitar pukul 4 pagi. Berbeda dengan buka puasa yang menunya disiapkan bergantian oleh saya dan ibu mertua, menu makanan sahur lebih bebas. Setiap orang mempersiapkan makanannya masing-masing. Menu favorit untuk takjil berbuka puasa di rumah ini adalah kolak pisang ubi dan risol mayones. Untungnya, kedua menu ini cukup mudah untuk dibuat dan bahan-bahannya bisa dengan mudah didapatkan di supermarket terdekat.

Saya rindu sekali suasana buka puasa, tawarih, dan itikaf di CIMIC. Tapi, mau di Amerika Serikat atau di Indonesia, beribadah di rumah adalah yang terbaik untuk saat ini. Kita harus bisa saling menjaga agar semua orang bisa tetap sehat. Semoga, dalam waktu dekat kita bisa berkumpul lagi tanpa ada rasa khawatir akan penularan virus penyakit. Dengan atau tanpa kegiatan di masjid, Ramadan harusnya jadi ajang untuk berlomba-lomba berbuat baik dan tentunya meningkatkan toleransi antar umat beragama.

(Kiriman: Widya A. Ramadhani, mahasiswa PhD di University of Illinois at Urbana-Champaign, alumni program pertukaran Youth Exchange and Study (YES))

Editor: Ray Happyeni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved