Berita Sriwijaya FC

Gaji Dipotong 75 Persen, Bisnis Penyerang Sriwijaya FC, M Irman Toberru Juga Sepi Karena Covid-19

Gaji Dipotong 75 Persen, Bisnis Penyerang Sriwijaya FC, M Irman Toberru Juga Sepi Karena Covid-19

Instagram @muh_irman99
M Irman Toberru saat bermain bersama Sriwijaya FC dipertandingan ujicoba 

Gaji Dipotong 75 Persen, Bisnis Penyerang Sriwijaya FC, M Irman Toberru Juga Sepi Karena Covid-19

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Pandemi virus covid-19 tidak hanya berdampak pada kegiatan olahraga melainkan juga menurunkan pendapatan pedagang.

Hal tersebut dirasakan pemain Sriwijaya FC M Irman Toberru yang menjalankan online shop sebagai usaha sampingan.

Penyerang Sriwijaya FC M Irman mengungkapkan jika pandemi Covid-19 saat ini juga berdampak pada lapak dagangannya.

Dikatakannya dengan kondisi yang mewajibkan hampir semua orang untuk bekerja di rumah barang-barang pesanan pembeli baru akan sampai di tujuan mulai 2 hingga 3 hari.

"Dengan situasi adanya corona ini ada dampaknya juga bang soalnya kalau ada orang yang order jaraknya jauh biasanya itu pihak kurir barangnya bisa sampai 2 atau 3 hari karena lagi pandemi ini jadi lambat tidak sesuai seperti hari-hari biasanya," ujar Irman.

Pesepakbola kelahiran Barru 21 Mei 1999 itu mengatakan dirinya masih bersyukur meskipun kondisi saat ini yang sedang sulit.

Eks penyerang Persiku Kudus musim lalu itu mengatakan, jika dirinya sudah berusaha memberitahukan kepada pelangggannya jika proses pengiriman barang sedikit lambat sampai kepada pemesan karena keterbatasan jumlah kurir pengantar saat ini.

"Yah kita syukuri aja bang soalnya ini adalah musibah jadi mau ga mau kita harus jalani saya juga coba memberitahukan ke pelanggan kalu barangnya agak lambat sampai karena dari pihak kurirnya biasanya ada yang ga masuk kerja karena corona jadi kami memberitahukan pelanggan untuk bersabar menunggu barangnya tapi intinya pasti barang sampai cuman ga seperti hari-hari biasanya," kata pemain berusia 21 tahun tersebut.

Lebih lanjut, dirinya mengaku jika kegiatan usaha sampingannya saat ini sedang sepi pembeli karena barang yang dipesan terlambat sampai ke tujuan.

"Lah inilah bang jadi masalahnya pelanggan agak sepi mungkin dia ragu juga karena barangnya agak telat sampai," tukasnya.

Pemain yang biasa dipasang coach Budiardjo Thalib pada posisi wing kanan tersebut mengatakan, pada bulan lalu sepatu yang bisa laku terjual hanya 3 sampai 4 buah saja.

"Bulan kemarin agak sepi juga bang paling bisa laku 3 sampai 4 sepatu," ungkapnya.

Penulis: Novaldi Hibaturrahman
Editor: Slamet Teguh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved