Breaking News:

Ramadan 2020

Daya Beli Masyarakat Menurun, Produsen Cincau di Lubuklinggau Kurangi Produksi

Pandemi Covid-19 berdampak pada seluruh sektor, termasuk industri rumahan pembuatan cincau di Lubuklinggau

Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Putri Juliana saat menunjukkan cara pengolahan cincau di belakang rumahnya di Kelurahan Wirakarya, Kecamatan Lubuinggau Timur II, Kamis (7/5/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Pandemi Covid-19 berdampak pada seluruh sektor, termasuk industri rumahan pembuatan cincau .

Biasanya Bulan Ramadan murapakan saat-saat pengusaha cincau meraup untung besar.

Akibat pademi seperti saat ini banyak produsen mengurangi produksi karena daya beli masyarakat menurun.

Hal itu juga dirasakan oleh Eni Sudarti (53 tahun), warga Kelurahan Wirakarya, Kecamatan Lubuinggau Timur II Kota Lubuklingga, Sumsel.

Eni, produsen cincau menuturkan, biasaya momen bulan Ramadan seperti saat ini adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu.

Banyaknya pasar beduk membuat produksi meningkat karena banyaknya permintaan masyarakat.

"Tapi tahun ini justru terbalik pasar beduk tidak ada, tapi kita tetap produksi, karena ini usaha keluarga yang produksi setiap bulan Ramadan," ujar Putri Juliana anak Eni pada Tribunsumsel.com, Kamis (7/5/2020).

Tempat produksi dibelakang rumahnya saat ini masih tetap produksi namun tak seperti biasanya.

Jumlah produksi pembuatan cincau tahun ini hanya disesuaikan dengan permintaan pasar.

"Kalau normal biasanya dalam sehari kita mampu produksi sampai 10 drum per hari, tapi sekarang hanya 3 drum saja, sesuai dengan permintaan, jika banyak-banyak tidak ada pembeli kita rugi," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved