Breaking News:

Teror Hantui dr Tirta, Kaca Mobil Dipecah Laptop Dan Dokumen Semua Raib, Begini Kronologi Lengkapnya

Bersyukur nyawanya masih aman, dr Tirta hingga menyebutkan bahwa teror itu nyata.Beberapa jam lalu, dr Tirta baru mampir dari minimarket

YouTube ILC
Di ILC, dr Tirta serang Jubir Jokowi Fadjroel Rachman soal Achmad Yurianto 

Ketakutan itu disebut Tirta menyebabkan masyarakat berbondong-bondong ke rumah sakit untuk mengecek kesehatannya.

Sebab, karena ketakutan, daya tahan tubuh dan imun seseorang menurut Tirta menjadi menurun dan mudah terinfeksi virus covid-19 atau corona.

"Jadinya tenaga medis di rumah sakit kewalahan atas ketakutan masyarakat. Harusnya perhari dua ribu pasien, ini lebih banyak dari itu," ucapnya

"Jadi karena narasi negatif buat masyarakat ketakutan dan berbondong ke rumah sakit?," tanya Jerinx SID.

"Betul sekali," jawab dr Tirta.

Karena adanya narasi negatif ini, dr Tirta menyampaikan bahwa Pemerintah terus mencari solusi agar membuat stigma covid-19 itu berubah menjadi negatif.

"Maka pemerintah minta tenang dan sampai buat aplikasi atas ketakutan masyarakat. Tujuannya, agar masyarakat bisa mengecek sendiri kesehatannya di aplikasi itu dan tidak berbondong ke rumah sakit," jelas dr Tirta.

Penabuh drum grup band Superman Is Dead (SID) itu meminta kepada masyarakat untuk jangan takut dengan wabah virus corona atau covid-19.

"Nah makanya buat kalian semua jangan takut. Intinya gausah terlalu takut yang kelewatan," ungkap Jerinx SID.

Dr Tirta Mandira Hudhi menegaskan bahwa semua pihak sebenarnya tidak ada yang pernah menakuti masyarakat perihal viris covid-19 atau corona ini.

Bahkan, dr Tirta Mandira Hudhi menyebut semua pihak terus memberikan edukasi untuk masyarakat melakukan social distancing, pakai masker, dan rajin cuci tangan.

"Jadi jangan takut, kita harus optimis. Kalau kita takut akan membuat imun kita menurun dan rentan kena virus covid-19," ujar dr Tirta. (*)

dr Tirta Pesan Pasien Covid-19 harus Jujur

Influencer muda, dr. Tirta Mandira Hudhi meminta semua masyarakat ataupun pasien untuk jujur yang berkaitan dengan Virus Corona.

Menurut dr. Tirta, kejujuran menjadi kunci utama dalam penanganan Virus Corona.

Hal tersebut disampaikan oleh dr Tirta ketika melakukan sosialisasi dan membagikan peralatan medis bersama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Dalam tayangan Youtube Ganjar Pranowo, Jumat (17/4/2020), dr. Tirta bahkan menyebut negara bisa hancur jika masyarakat tidak jujur saat dilakukan pemeriksaan.

Selain itu, dirinya mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti peraturan dari pemerintah, mulai dari tetap berada di rumah, melakukan physical distancing, menggunakan masker dan hingga menjaga kesehatan.

Dr. Tirta mengatakan dua hal yang bisa membantu pemerintah dalam mengatasi penyebaran Virus Corona, yakni kejujuran dan kedisiplinan, baik secara individu maupun kolektif.

"Jangan mudik, pakai masker, jaga kebersihan dan tolong jujur, kalau enggak negara ajur," ujar dr. Tirta.

"Buat teman-teman langsung dipatuhi, disiplin individu dan disiplin kolektif," imbuhnya.

Dirinya kemudian menyinggung soal kategori baru dalam Virus Corona, yakni orang tanpa gejala (OTG).

Kejujuran menjadi lebih penting lagi untuk orang positif Covid-19 tetapi tidak mempunyai gejala.

Hal tersebut tentu membutuhkan pengakuan yang jujur dari yang bersangkutan, mulai dari menyampaikan riwayat perjalanan maupun riwayat kontak.

"Menurut saya, kejujuran itu paling penting, karena hal yang paling bahaya dari Covid itu sebenarnya adalah OTG (orang tanpa gejala). Yaitu seseorang yang tidak mempunyai gejala tetapi terinfeksi Covid-19," kata dr. Tirta.

"Nah orang ini itu harus jujur, jujurnya simpel, punya riwayat kontak enggak, dari daerah red zone enggak?" sambungnya.

Lebih parahnya lagi, ketika orang tersebut sudah benar-benar menimbulkan gejala-gejala Covid-19, namun tetap diam, bahkan sampai berbohong.

Dampaknya tidak hanya untuk dirinya sendiri, melainkan lebih luas, yakni bisa berakibat pada tetangga dan tenaga medis tentunya.

Dr. Tirta menjelaskan, seseorang yang ditetapkan sebagai OTG, ODP ataupun bahkan PDP hanya memerlukan untuk melakukan isolasi secara tepat.

Influencer, dr Tirta Mandiri Hudhi dalam tayangan YouTube Talk Show tvOne, Jumat (4/3/2020).
Influencer, dr Tirta Mandiri Hudhi dalam tayangan YouTube Talk Show tvOne, Jumat (4/3/2020). (YouTube Talk Show tvOne)

Harapannya tidak perlu takut untuk mengakui hal tersebut, karena juga untuk kepentingan bersama.

"Kalau gejala sakit ngomong, keluarga sakit ngomong, Ini enggak akan diapa-apain," pintanya.

"Tetapi kalau kalian OTG dan sehat, ya kalian akan dikarantina di rumah, tapi diawasi oleh dokter-dokter dari puskesmas," sambungnya.

Lebih lanjut, dr Tirta merasa geram dengan masyarakat yang masih menyepelekan dan masa bodoh terhadap penyebaran Virus Corona.

Menurutnya, satu masyarakat dengan sifat seperti itu bisa merusak perlindungan yang telah dilakukan suatu desa atau suatu daerah.

"Jadi saran saya adalah kalau kalian tidak jujur, itu yang bahaya, satu sekitar kalian, dua tenaga medis," jelas dr. Tirta.

"Buat apa kita sudah pertahanan bagus, tetapi ada satu ketidakjujuruan itu bisa membuat sistem menjadi berantakan," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Dokter Tirta Kemalingan, Kaca Mobil Dipecah, Beberapa Dokumen dan Laptop Raib.

Artikel ini telah tayang di banjarmasinpost.co.id dengan judul Kronologi Teror dr Tirta, Kaca Mobil Dipecah Laptop Dan Dokumen Raib, Bersyukur Nyawa Aman, https://banjarmasin.tribunnews.com/2020/05/04/kronologi-teror-dr-tirta-kaca-mobil-dipecah-laptop-dan-dokumen-raib-bersyukur-nyawa-aman?page=all.

Editor: Nia Kurniawan

Editor: Moch Krisna
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved