PSBB Prabumulih

PSBB Prabumulih Sulit Terlaksana, Syarat-syarat Ini Belum Terpenuhi

Keinginan Pemerintah Kota Prabumulih dan masyarakat diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sepertinya akan berat terealisasi.

Penulis: Edison | Editor: Wawan Perdana
TRibun Sumsel/ Edison
Asisten II Pemkot Prabumulih HM Yusuf Arni didampingi Walikota Prabumulih H Ridho Yahya dan Kepala Dinas Kesehatan dr Happy Tedjo ketika menggelar pers realise Covid 19 di ruang rapat lantai 1 gedung Pemkot Prabumulih, Selasa (5/5/2020) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH-Keinginan Pemerintah Kota Prabumulih dan masyarakat diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sepertinya akan berat terealisasi.

Pasalnya, sejumlah persyaratan untuk penerapan PSBB di kota Prabumulih baru sekitar 50 persen terpenuhi.

Hal itu diungkapkan Asisten II Pemkot Prabumulih HM Yusuf Arni didampingi Walikota Prabumulih H Ridho Yahya dan Kepala Dinas Kesehatan dr Happy Tedjo ketika menggelar pers realise Covid 19 di ruang rapat lantai 1 gedung Pemkot Prabumulih, Selasa (5/5/2020).

"Surat pengajuan PSBB berdasarkan hasil rapat Forkopimda telah kita sampaikan ke Gubernur Sumsel dan kalau dari hasil berbincang kita dengan tim kesehatan serta gugus tugas Covid 19 Sumsel diketahui banyak hal yang belum memenuhi syarat namun tergantung pak Gubernur," ungkap Yusuf Arni.

Yusuf yang langsung mendapat tugas dari walikota mengurus penyampaian surat usulan ke Gubernur tersebut mengaku, berdasarkan penyampaian tim kesehatan provinsi beberapa syarat yang belum terpenuhi diantaranya Kota Prabumulih belum mempunyai laboratorium PCR yang bisa untuk melaksanakan swab.

12 PNS yang Dipastikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Tak Dapat THR Lebaran 2020, Negara Hemat

"Kota Prabumulih juga merupakan jalur pelintasan beberapa kabupaten kota untuk menuju Provinsi, andai diterapkan PSBB maka sekitar 7 kabupaten kota tidak bisa lagi ke Palembang dan mereka harus melewati jalan lain yang berliku, diantaranya Kabupaten OKU, Muaraenim, Lahat Pali dan lainnya," kata Yusuf.

Untuk penerapan PSBB di kota Prabumulih harus dilakukan rapat koordinasi antara kabupaten dan kota yang bersinggungan.

"Jadi harus didukung juga oleh kabupaten kota tersebut, untuk pengajuan rakor itu bukan menjadi wewenang kita tapi pemerintah provinsi," jelasnya.

Lebih lanjut pria yang juga merupakan Plt Kepala Dinas Perhubungan Pemkot Prabumulih itu menerangkan, dari tim provinsi juga menyampaikan beberapa point dari sisi kesehatan yang belum terpenuhi antara lain jumlah personel para medis yang belum mendukung.

"Yang sangat krusial juga kita belum mempunyai dokter spesialis paru-paru yang bisa membaca hasil swab, kalau dokter penyakit dalam kita alhamdulilah ada sembilan dan dokter umum ada lebih dari 20 orang tapi dokter penyakit paru ini sangat penting," terangnya.

Hal itulah kata Yusuf yang disampaikan tim kesehatan sumsel jika penerapan PSBB sepertinya hanya 50:50 disebabkan sosial budaya yang kurang tersebut.

"Nah yang sangat-sangat luar biasa pertanyaan tim yakni siap duit tidak kota Prabumulih, meskipun Prabumulih telah membagikan sembako namun kalau kita lihat seperti Provinsi Jabar mereka menyiapkan dana Rp 10 triliun untuk melaksanakan PSBB dengan Kabupaten kota bersinggungan, jadi banyak hal yang dikaji tim provinsi," bebernya.

Untuk kepastian apakah akan dilakukan PSBB atau tidak, Yusuf mengaku masih menunggu keputusan Gubernur apakah menyetujui atau menyampaikan sama seperti disampaikan lisan para anggota tim.

"Kita masih menunggu itu, semua tergantung pak Gubernur," ujarnya.

Sementara Walikota Prabumulih H Ridho Yahya MM mengaku memerintahkan Asisten II Pemkot Prabumulih menyampaikan surat rekomendasi ke Gubernur Sumsel.

"Saya baru mendapat kabar bahwa berbicara berkaitan dengan anggaran, anggaran kita dipotong lebih kurang 50 persen jadi dari rp 1,1 triliun menjadi sekitar Rp 600 miliar. Kita usulkan pemotongan hanya Rp 300 miliar namun kita ditolak," katanya seraya menuturkan jika PSBB harus ada anggaran besar sementara anggaran Prabumulih saja bakal dipotong 50 persen.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved