Banyak UMKM Hentikan Produksi Dampak Corona, Industri Jasa Pengiriman Barang Ikut Terpukul  

Industri jasa kurir dan pengiriman mengalami penurunan omzet drastis hingga 50 persen dampak pandemi Corona.

TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Branch Manager JNE Palembang Muhammad Daud 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Industri jasa kurir dan pengiriman mengalami penurunan omzet drastis hingga 50 persen dampak pandemi Corona.

Branch manager JNE Palembang, Muhammad Daud mengatakan, sekarang banyak UMKM tidak lagi melakukan aktivitas produksi sehingga permintaan pengiriman paket atau barang anjlok.

Padahal selama ini UMKM ini cukup besar menyumbang omzet jasa kurir karena banyak paket kuliner dikirim ke luar kota.

"Permintaan pengiriman barang dari pelaku UMKM turun karena omset mereka juga turun sehingga cukup sepi," ujar Daud, Selasa (5/5/2020).

Selain itu, kata dia, untuk daerah Indonesia timur operasional dan pengiriman barang tidak lagi beroperasi karena aadanya kebijakan lock down.

Sementara itu pengiriman ke Jakarta juga sedikit terhambat karena adanya PSBB.

Barang kiriman ini juga saat lebih banyak diantara menggunakan jalur darat untuk menekan biaya operasional.

Sementara itu Komisaris Titipan Kilat (TIKI) Palembang , Haris Jumadi mengatakan, adanya pademi ini membuat beberapa daerah melakukan lockdown sehingga pengiriman sulit dilakukan.

Untuk daerah yang sudah mengumumkan akan melakukan lockdown sejak jauh hari maka paket dengan tujuan daerah tersebut tidak diterima lagi.

Saat ini Tiki memilih kebijakan untuk tidak menahan dan mengirimkan langsung paket barang milik konsumen sebelum diantarkan ke daerah tujuan pasalnya keterbatasan kapasitas gudang penyimpanan yang dimiliki.

Halaman
12
Penulis: Hartati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved