Penipuan Sembako Murah

Kronologi Penipuan Jual Sembako Murah di Palembang, Puluhan Orang Jadi Korban

Para korban, baru menyadari sudah menjadi korban penipuan ketika datang ke rumah dan pelaku sudah melarikan diri

Tayang:
Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Wawan Perdana
tribunsumsel.com/khoiril
Ilustrasi : Para korban baru menyadari sudah menjadi korban penipuan jual sembako murah ketika datang ke rumah dan pelaku sudah melarikan diri. Sedangkan nomor teleponnya tidak bisa dihubungi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Pelaku penipuan jual sembako murah, Budiana alias Nana warga Jalan Gresik Sekip Tengah Kecamatan Kemuning Palembang, saat ini belum diketahui keberadaannya.

Dengan modus menjual paket sembako murah, pelaku ini setidaknya berhasil menipu sebanyak 30 orang.

Korban bernama Fajri (35 tahun) warga Palembang mengungkapkan, ia ditawari pelaku paket sembako murah.

Setiap paketnya, pelaku menawarkan satu paket sembako seharga Rp 100 ribu per paket.

Setiap paket, berisikan minyak goreng seberat 2 liter, gandum 2 kg, gula 20kg dan mie 10 bungkus.

"Karena kenal, jadi aku beli sebanyak 25 paket aku baru Rp 2.5 juta. Awalnya diberi full 25 paket, jadi setelah itu pelaku ini menawarkan saya paket lain seharga Rp 105 ribu dengan isi yang sama," ujar korban saat melapor di Polda Sumsel, Jumat (1/5/2020).

Jadi, karena paket pertama full diberikan sehingga ia berminat untuk mengambil 100 paket sembako murah yang ditawarkan pelaku.

Ternyata, pelaku hanya bisa memenuhi 50 paket sembako.

Sedangkan 50 paket lagi belum bisa diberikan dengan alasan masih dibungkus.

Karena belum diberikan, membuat Fajri bertanya kepada pelaku.

Ketika ditanya masalah sisa paket yang belum diberikan, pelaku malah nawarkan paket sembako murah untuk ramadan.

"Saya tidak mau, karena yang saya saja sisa 50 paket belum diberikan. Katanya akhir Maret, tetapi sampai sekarang malah pelaku kabur dan tidak pernah bertemu lagi paket tetap tidak diperoleh," katanya.

Diberitakan sebelumnya puluhan korban penipuan paket sembako murah mendatangi Mapolda Sumsel untuk melaporkan pelaku yang merupakan seorang perempuan, Jumat (1/5/2020).

Setidaknya, para korban ini mengalami kerugian hingga puluhan juta.

Bila di total, setidaknya kerugian para korban senilai Rp 2 Miliar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved