Tren 'Perceraian Corona' di Jepang, Banyak Wanita Mengeluh Betapa Kacau Suaminya saat Dikaratina

Rupanya lockdown atau karantina bisa berdampak pada beragam hal, termasuk hubungan suami istri.Pasangan-pasangan di Jepang tampaknya kini tengah men

Tribun Madura
Ilustrasi perceraian 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Rupanya lockdown atau karantina bisa berdampak pada beragam hal, termasuk hubungan suami istri.

Pasangan-pasangan di Jepang tampaknya kini tengah menghadapi ancaman perceraian.

Melansir Asiaone (28/4/2020), Istilah 'perceraian corona' kini sedang menjadi tren di situs media sosial Jepang saat pasangan suami-istri dipaksa untuk tinggal di rumah akibat pandemi Covid-19.

Banyak orang mengeluhkan tentang keadaan pernikahan mereka, khususnya di Twitter.

Di media sosial Twitter, para istri di Jepang yang frustasi melampiaskan kekesalan tentang suami mereka, dengan banyak isyarat terselubung bahwa rumah tangga mereka tengah di 'ambang jurang'.

Laporan menunjukkan bahwa pasangan yang dikpaksa bersama di negara lain menghadapi tantangan serupa dengan hubungan mereka.

Namun, istilah ;perceraian corona' begitu bergema khususnya di Jepang.

Istilah serupa pernah muncul di Jepang, yaitu 'perceraian Narita'.

Pada 1980-an, istilah "perceraian Narita" digunakan untuk menggambarkan pasangan yang baru menikah kembali ke Bandara Narita Tokyo setelah bulan madu.

Kemudian memutuskan untuk berpisah karena mereka menyadari bahwa mereka tidak memiliki kesamaan.

Ilustrasi Jepang
Pixabay
Ilustrasi Jepang
Halaman
1234
Editor: Moch Krisna
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved