Breaking News:

Corona di Lubuklinggau

Kendaraan Melintas di KTL Lubuklinggau Wajib 'Dimandikan' Disinfektan

Penyebaran Covid-19 saat ini semakin meluas di Kota Lubuklinggau, tercatat hingga saat ini sudah tujuh warga kota ini positif terjangkit Covid-19

Tribunsumsel
Mobil angkot dalam kota Lubuklinggau saat melintasi disinfektan gate. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Tujuh warga Lubuklinggau positif terjangkit corona.

Penyebaran Covid-19 saat ini semakin meluas di Kota Lubuklinggau, tercatat hingga saat ini sudah tujuh warga kota ini positif terjangkit Covid-19 dan enam diantaranya transmisi lokal.

Sebagai langkah antisipasi, upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Lubuklinggau oleh Pemerintah Kota (Pemkot) bersama Kodim dan Polres Lubuklinggau.

Saat ini kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) mulai dari Simpang Lintas RCA hingga Masjid Agung As Salam dialihkan sebagai kawasan wajib masker, wajib physical distancing dan kawasan tanpa kerumunan (KTK).

Setiap memasuki kawasan ini pengendara baik roda empat maupun roda dua wajib melalui disinfektan gate, yang telah disediakan, kecuali pengendara yang menbonceng anak-anak atau membawa makanan.

Wali Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe berharap kedepan masyarakat Kota Lubuklinggau tidak ada lagi berkerumun, semuanya sudah memakai masker, apalagi saat melintas di KTL.

"Ini tahap pertama, kemungkinan tahap kedua sedang kita bicarakan lagi, dan mencari tempatnya," kata Nanan sapaannya pada wartawan, Minggu (26/4).

Nanan menegaskan, mulai Senin (27/4) besok apabila lewat dikawasan KTL tersebut pengendara roda dua dan roda empat tidak pakai masker tidak diperbolehkan melintas.

"Kemudian yang sudah ada didalam kawasan ini bila masih berkerumun akan ditindak aparat penegak hukum (kepolisian)," terangnya.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mustofa menambahkan kawasan tersebut akan dijaga oleh pihak kepolisian, Satpol PP, Dishub, TNI dan dari Dinas Kesehatan.

"Hari ini (red) kita melakukan uji coba dari jam 07.00 WIB -11.00 WIB siang. Karena di jalur ini ada dua rumah sakit pandemi lokal yakni RS Ar Bunda dan RS Sobirin. Makanya kawasan ini kita jadikan kawasan bebas physical distacing," timpalnya.

Ia menyebutkan, hasil rapid test kemarin di dua rumah sakit tersebut banyak yang positif, jumlahnya bahkan mencapai puluhan, namun untuk kepastiannya sekarang masih menunggu hasil Swab Test.

"Jadi jalur epidemi lokalnya ada disini, kita coba antisipasi, klusternya disini, termasuk juga tadi satu warga Selangit (Kabupaten Musi Rawas) meninggal dunia di duga covid-19. Termasuk setiap yang melintas dari simpang RCA sampai Masjid Agung kita bagi masker, kita antisipasi disitu," ungkapnya.

Ia juga menegaskan kedepan setiap ada kerumunan ditempat itu akan langsung dibubarkan, dan pihaknya akan coba mengatur dan mengurai pasar di depan rumah Sakit Sobirin supaya tidak terjadi kerumunan.

"Sekarang sedang kita carikan solusinya. Makanya didepan pasar itu kita tempatkan pos ketupat lebaran, harapan kita dengan pola itu kita gabungkan, dan harapannya masyarakat tidak terganggu," katanya. (Joy)

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved