Breaking News:

Pilkada Serentak di Sumsel

Pilkada Serentak di Sumsel Ditunda, Pemprov Siapkan 3 Opsi, Termasuk Menyiapkan Pjs dan Plt Bupati

Menurut Najib, untuk Pilkada serentak 23 September 2020 yang rencana awal, akan diundur hingga 3 bulan kedepan, dan kemungkinan juga hingga satu tahun

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF B ROHEKAN
Asisten I Pemprov Sumsel Ahmad Najib 

"Dimana takutnya pengawasan tidak maksimal, sehingga nanti banyak laporan, sehingga perlu dipikirkan SOP, keselamatan dan pengamanannya," jelas Yenli.

Ditambahkan Yenli, jika untuk anggaran pengawasan, semua sudah disepakati dalam NPHD dan pencairan tahap pertama sudah dilakukan.

Jajarannya juga meminta Pemprov maupun Pemkab nanti tidak merivisi anggaran yang ada.

Apalagi sudah ada ketegasan dari surat Kemendagri, jika tidak ada perubahan atau realokasi NPHD yang sudah ditandatangani pemda dengan Bawaslu kabupaten yang melaksanakan Pilkada.

"Soal keinginan rencana ada perubahan atau revisi NPHD dari Pemprov Sumsel, diharapkan dipikir ulang, karena sudah berapa kali pembahasan anggaran itu. Jikapun nanti ada pengurangan mungkin agak sulit juga dari anggaran sekarang ini, namun jika mervisi anggaran bukan pada nilainya melainkan pada peruntukan,"

"Karena mungkin kemarin tidak termasuk keselamatan dan keamanan penyelenggara pengawasan."

Jadi, prinsipnya Bawaslu siap melakukan pengawasan, tapi keselamatan dan keamanan, pemilih, penyelenggara dan peserta harus diprioritaskan," tukasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved