Pemkab Musirawas Imbau Masyarakat Shalat Tarawih di Rumah

Pemkab Musirawas mengeluarkan surat edaran tentang pelaksanaan kegiatan ibadah selama masa penyebaran covid-19 di Kabupaten Musirawas.

SRIPO/AHMAD FAROZI
M Yusran Amri, Kepala Bagian Kesra Pemkab Musirawas. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS - Bulan Ramadan yang dinantikan umat Islam segera tiba. Namun, Ramadan kali ini terasa berbeda dengan sebelumnya karena adanya pandemi Covid-19.

Pemkab Musirawas mengeluarkan surat edaran tentang pelaksanaan kegiatan ibadah selama masa penyebaran covid-19 di Kabupaten Musirawas.

Surat edaran ini dibuat, menindaklanjuti kesepakatan bersama Pemkab Musirawas dengan Forkompimda, MUI, DMI, FKUB dan forum keagamaan di Kabupaten Musirawas dalam mencegah penyebaran covid-19 di Kabupaten Musirawas.

Dalam surat edaran yang ditandatangani Bupati Musirawas H Hendra Gunawan itu antara lain mengimbau agar segala kegiatan keagamaan seperti sholat berjamaah (shalat jumat, shalat tarawih, shalat Idul Fitri), misa, kebaktian, sembahyang dan kegiatan ibadah lainnya yang lazimnya dilakukan dengan mengumpulkan banyak orang untuk sementara ditiadakan.

Diharapkan kepada masyarakat untuk dapat beribadah di rumah masing-masing hingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali.

Selain itu, umat Islam wajib melaksanakan ibadah puasa ramadhan sesuai ketentuan fiqih ibadah, yang penentuan kepastian jadwalnya menunggu pengumuman resmi dari pemerintah melalui Kementerian Agama. Imbauan lainnya, agar selama bulan suci ramadhan tidak ada kegiatan buka bersama atau sahur on the road. Shalat tarawih juga agar dilaksanakan secara berjamaah di rumah masing-masing dan tadarus Alquran juga dilaksanakan di rumah masing-masing atau jika hendak melibatkan banyak orang dapat dilaksanakan secara online melalui grup tadarus di media sosial.

"Dalam surat edaran bupati ini juga mengimbau kepada masyarakat agar pembayaran zakat fitrah dilakukan di awal Ramadan. Sehingga dapat dimanfaatkan bagi kebutuhan mustahik selama masa penyebaran covid-19.

Pemanfataannya diharapkan dapat dimaksimalkan bagi mustahik yang berada di sekitar masjid, mushalla atau tempat di mana UPZ atau panitia pengumpul zakat berada," kata Kepala Bagian Kesra Kabupaten Musirawas, M Yusran Amri, kepada Tribunsumsel.com, Rabu (22/4/2020).

Dikatakan, dalam surat edaran bupati tersebut juga berisi imbauan terkait mudik lebaran. Kegiatan mudik atau pulang ke kampung halaman agar ditunda dan silaturahmi dengan saudara, kerabat, teman dan handai taulan cukup dilakukan secara online menggunakan media sosial.

"Selain memuat imbauan yang berkaitan dengan bulan Ramadhan, kepada masyarakat juga diimbau untuk tidak melaksanakan perkumpulan dalam berskala besar, memperkuat social/physical distancing (menjaga jarak) di tengah-tengah masyarakat. Kemudian terkait dengan pelaksanaan akad nikah/pencatatan nikah dilaksanakan di balai nikah (kantor KUA) dan dihadiri tidak boleh lebih dari 10 orang," ujarnya. (adv/ahmad farozi)

Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved