Breaking News:

Berita Palembang

Perempuan Ini Ingin Berbuat Kebaikan Malah Ditipu Orang, Pesan Masker Pada Penipu

Mery Afriani (26) warga Gandus, menjadi korban penipuan setelah masker yang dipesannya tidak kunjung datang hingga kini.

Penulis: Pahmi Ramadan | Editor: Prawira Maulana
PAHMI
Korban saat melapor ke SPKT Polrestabes Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Niat hati ingin bersedekah dengan cara membagikan masker gratis di tengah merebaknya virus corona, Mery Afriani (26) warga Gandus, menjadi korban penipuan setelah masker yang dipesannya tidak kunjung datang hingga kini.

Bermula saat dirinya melihat kalau di Jakarta saat ini sedang berada di dalam zona merah, lalu korban berinisiatif untuk membeli masker sebanyak 120 Box dengan harga Rp. 7 juta kepada temannya.

"Awalny pada tanggal (8/4), saya membeli masker kepada temannya teman saya, lalu saya ditawarkan pelaku masker sebanyak 120 Box, dan mentransfer uang sebanyak Rp. 7 juta kepada pelaku melalui M-Bangking," ujarnya Selasa, (21/4/2020).

Kemudian sampai dengan saat ini barang yang dipesan korban kepada pelaku tidak kunjung datang.

"Sampai dengan hari ini barang yang saya pesan tidak datang-datang, sebelumnya saya juga sudah mendatangi rumah pelaku, dan keluarganya mengatakan tidak tahu kemana pelaku pergi, dan saya juga sudah menanyakan kepada teman saya dimana pelaku berada namun teman saya ini juga mengatakan tidak tahu, dan saat saya hubungi nomor pelaku sudah tidak aktif lagi," ungkanya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan kalau masker tersebut akan diberikannya kepada orang-orang yang membutuhkan.

"Saya rencananya akan membagikan masker tersebut ke Jakarta karena di sana saya lihat sudah zona merah dan saya akan menitipkan masker tersebut kepada keluarga saya yang berada disana untuk membagikannya, bukan hanya di jakarta di Pelambang dan Lahat pun rencananya juga saya akan bagikan secara gratis, namun niat saya harus kandas lantaran saya ditupu oleh pelaku," katanya.

Ia menegaskan kalau uang tersebut merupakan uang milik nya sendiri.

"Uang tersebut saya kumpulkan dari pemberian suami saya sehari-hari, karena saya hanya dirumah dan menjadi ibu rumah tangga," tegasnya.

Tidak terima dirinya menjadi korban penipuan lantas korban hari ini mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polrestabes Palembang untuk membuat laporan.

"Saya juga tidak begitu mengetahui jenis masker apa yang akan dikirim pelaku, sebab saya hanya mengiyakan dan setuju kalau pelaku menjual masker tersebut kepada saya dengan harga Rp. 7 juta, dan pada saat transaksi saya tidak bertemu pelaku karena saya hanya mengirim uang tersebut melalku M-Bangking," ungkapnya

Kemudian korban berharap agar pelaku bisa segera tertangkap.

"Saya kasian melihat beberapa kota menjadi zona merah dan niat saya untuk membagikan masker tersebut jadi gagal, sehingga saya sangat berharap agar pelaku bisa segera tertangkap dan dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya agar tidak ada lagi korban seperti saya," tutupnya.

Sementara itu, kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan penipuan masker yang dialami korban.

"Laporan sudah kita terima dan laporan korban akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polrestabes Palembang," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved