Dampak Corona

Okupansi Hotel Tersisa Lima Persen, Sudah 11 Hotel dan Penginapan di Sumsel Tutup Sementara

Penutupan sementara operasional dilakukan selain sepi pengunjung juga karena untuk menghemat biaya operasional yang terus membengkak

ISTIMEWA
Hotel Aryaduta Palembang saat ini tutup sementara 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel, Herlan Asfiudin mengatakan dampak pandemi Corona membuat tingkat hunian kamar atau okupansi anjlok hingga 95 persen.

Sekarang angka okupansi kamar hotel tersisa lima persen saja.

Hal ini karena sejumlah hotel ikut mendukung program pemerintah mencegah penyebaran Corona dengan menerapkan social distancing sehingga segala aktivitas yang bisa mendatangkan kerumunan massa dihentikan sementara waktu.

Akibatnya rapat, seminar, Expo, menginap, resepsi nikah dan kegiatan lainnya yang melibatkan banyak orang harus dihentikan sementara atau dijadwalkan ulang kegiatannya.

"Jadi hunian kamar nyaris kosong, event juga tidak ada dan resto sepi sehingga banyak hotel memilih tutup sementara waktu," ujarnya, Rabu (15/4/2020).

Penutupan sementara operasional dilakukan selain sepi pengunjung juga karena untuk menghemat biaya operasional yang terus membengkak untuk membayar listrik, pegawai, air dan lainnya.

"Di Sumsel tercatat ada 11 hotel dan penginapan yang tutup dan melapor ke PHRI, tapi hotel Dewi di Martapura OKU sudah kembali beroperasi setelah sebelumnya juga tutup operasional 14 hari," ujar Ketua PHRI Sumsel Erlan Aspiudin.

Ke 11 hotel dan penginapan yang tutup sementara itu yakni hotel Santika premier Bandara Palembang, Daffam Lubuk Linggau, Sofa Marwah Palembang, Sandjaya Palembang, Sentosa palembang, Note Prabumulih, Grand Citra Prabumulih, penginapan dan Resto Lagenda Pagaralam, Hotel atau villa Mentari Pagaralam, Hotel Permata Bunda Pagaralam dan hotel Aryaduta Palembang.

Akibatnya ratusan karyawan sementara waktu di rumah kan hingga situasi kondusif akan kembali dipanggil masuk bekerja. Sementara itu bagi hotel yang masih beroperasi menerapkan sistem bergilir masuk bagi karyawannya.

Penulis: Hartati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved