Dampak Corona

Ramayana Palembang Tutup Sementara, Ramayana Baturaja Tutup Permanen

Fahmi, Asisten Store Manager Ramayana Palembang mengatakan Ramayana menghentikan sementara operasional dan akan kembali buka 18 April nanti

Sripo/ Leni Juwita
Ramayana Baturaja di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), tutup permanen. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Ramayana Palembang menjadi mal berikutnya yang terdampak Pandemi Corona.

Selain Ramayana Palembang, mal di Palembang yang tutup operasional sementara ini Opi mall, Palembang Square dan Palembang Icon.

Penghentian operasional ini dilakukan dengan alasan mendukung program social distancing yang dilakukan pemerintah hingga efisiensi anggaran karena sepi pengunjung dan minim omzet.

Fahmi, Asisten Store Manager Ramayana Palembang mengatakan Ramayana menghentikan sementara operasional dan akan kembali buka 18 April nanti.

"Ramayana Palembang tutup sementara operasional bukan tutup total dan mem PHK karyawan," ujarnya, Rabu (8/4/2020).

Kondisi Tenaga Kerja di Lubuklinggau: 576 Karyawan Dirumahkan, Paling Banyak Perhotelan

Fahmi mengatakan memang ada sejumlah Ramayana yang tutup permanen seperti di Baturaja OKU dan Paya Kumbuh Sumatera barat.

Tapi Ramayana Palembang tidak tutup permanen.

Selama tutup karyawan dirumahkan dengan sistem gaji proporsional.
Artinya jika masih ada karyawan yang masuk maka akan digaji tapi jika murni hanya di rumah saja selama tutup sementara itu maka tidak akan digaji.

"Bukan tidak mau memberi gaji tapi kondisinya saat ini sulit dan bukan cuma Ramayan yang sulit mungkin sektor lain juga sulit sehingga kebijakan gaji ditetapkan oleh masing-masing perusahaan sesuai kemampuannya," ujar Fahmi, Rabu (8/4/2020).

Akibat tutup sementara operasional ini membuat 200 karyawan di Palembang, terdiri dari 50 karyawan tetap Ramayana dan sisanya karyawan merek dagang yang ada dan karaywan kontrak diamayana terpaksa dirumahkan dulu.

Dodo Menangis, Cerita Diusir Tuan Kontrakan dan Tidur di Depan Ruko: Sementara Berhenti Narik Ojol

Fahmi mengatakan sebagai solusi agar karyawan tetap menerima gaji yakni dengan mengambil cuti tahunanya jika masih ada atau menukar waktu liburnya.

Tapi jika kedua solusi itu tidak ada lagi mau tidak mau mereka terpaksa dirumahkan tanpa gaji.

Tapi bagi SPG brand yang berjualan di Ramayana jika masuk menerima barang, atau mengecek toko dan lainnya maka akan tetap digaji dengan dibuktikan melalui absensi.

Fahmi berharap pandemi Corona segera berakhir sebab jika tidak maka akan semakin buruk dampaknya.

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Karyawan Ramayana di Palembang Hanya Dirumahkan Bukan Kena PHK,

Penulis: Hartati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved