Dampak Corona

OJK Minta Debitur Tidak Terdampak Corona Wajib Bayar Angsuran

Sebab jika tidak memenuhi kewajibannya maka kredit macet atau NPL akan naik sehingga bank kesulitan membayar deposito dan giro nasabah

LINDA TRISNAWATI/TRIBUNSUMSEL.COM
Kepala OJK Kantor Regional 7 Sumatera Bagian Selatan Untung Nugroho saat memaparkan materi di acara Pelatihan dan Gathering Media Massa KR 7 Sumbangsel di Yogyakarta, Jumat (21/2/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Setiap perbankan atau perusahaan pembiayaan mempunyai kemampuan yang berbeda-beda, sehingga penanganan restrukturisasi kredit dampak pandemi Corona ini juga akan berbeda beda.

Kepala OJK Regional 7 Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Untung Nugroho ketika menjadi tamu dalam kegiatan Virtual Sumsel Virtual Fest yang digelar Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post, Selasa, (7/4/2020) mengingatkan, debitur yang tidak terdampak atau masih dapat menjalankan usahanya dan masih memiliki kemampuan keuangan untuk mengangsur kredit dan dapat memenuhi kewajibannya.

Sebab jika tidak memenuhi kewajibannya maka kredit macet atau NPL akan naik sehingga bank kesulitan membayar deposito dan giro nasabah.

Jika bank tidak sehat maka akan muncul masalah baru yang akan menimbulkan efek negatif lainnya bagi perekonomian.

Oleh sebab itu bagi debitur yang tidak terdampak jangan ikut-ikutan mengajukan relaksasi pembiayaan.

Ayo tetap penuhi kewajibannya untuk bersama-sama kita menjaga agar bank tetap sehat dan bisa mengelola uang masyarakat dengan baik.

Ia minta semua debitur sama-sama menyadari bahwa kredit yang diberikan oleh Lembaga Jasa Keuangan berasal dari dana masyarakat yang pada saatnya juga harus dikembalikan.

Apabila lembaga jasa keuangan tidak bisa mengembalikan dana masyarakat maka kepercayaan masyakat terhadap industri jasa keaungan akan runtuh dan dapat menyebabkan masalah yang lebih besar lagi.

"Restrukturisasi pembiayaan pelaksanaannya diserahkan pada kebijakan masing-maaing bank atau perusahaan pembiayaan berdasarkan asessmen bank terhadap debitur paling lama sampai dengan 1 tahun," tutup Untung.

Istilah kelonggaran, keringanan sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Corona memberikan beberapa pilihan yang disepakati antara perbankan atau perusahaan pembiayaan dengan debitur.

Kesepakatan itu antara lain penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit atau pembiayaan, konversi kredit atau pembiayaan menjadi modal.

"Restrukturisasi ini tidak serta merta langsung diterima debitur tapi harus diajukan terlebih dahulu sehingga debitur diminta menghubungi perbankan atau perusahaan pembiayaan untuk sama-sama mencari solusi terbaik melalui upaya restrukturisasi kredit," ujar Untung.

Penulis: Hartati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved