Liga 1 Indonesia

Ada Penghinaan Terhadap Keluarga, Membuat Saddil Ramdani Nekat Lakukan Pengeroyokan

Ada Penghinaan Terhadap Keluarga, Membuat Saddil Ramdani Nekat Lakukan Pengeroyokan

Editor: Slamet Teguh
Instagram @saddilrandanii
Pemain Bhayangkara FC, Saddil Ramdani mencoba melewati pemain Persiraja dalam lanjutan Liga 1 Indonesia 

Ada Penghinaan Terhadap Keluarga, Membuat Saddil Ramdani Nekat Lakukan Pengeroyokan

TRIBUNSUMSEL.COM - Gelandang Bhayangkara FC, Saddil Ramdani ditetapkan sebagai tersangka kasus pengeroyokan di Polres Kendari, Sulawesi Tenggara.

Saddil Ramdani ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Kendari lantaran diduga melakukan pemukulan kepada seorang pria di Kendari. Ia dikenai wajib lapor dan tidak ditahan.

Saddil Ramdani yang juga merupakan pemain Timnas Indonesia ini diduga mengeroyok pria atas nama Irawan, seorang warga Kelurahan/Kecamatan Wuawua, Kota Kendari belum lama ini.

Apa alasan Saddil Ramdani melakukan penganiayaan tersebut?

Saddil Ramdani mengungkap penyebab dirinya melakukan pemukulan kepada korban ke Aosiasi Pemain Sepak Bola Profesional Indonesia (APPI)

Ponaryo Astaman, selaku manajer umum APPI mengaku, pihaknya sudah mendapatkan penjelasan secara resmi dan detail dari Saddil Ramdani.

"Kami sudah bicara ke Saddil (Ramdani) dan dia menjelaskan punya alasannya sendiri. Dia melakukan hal itu (pengeroyokan) karena ada beberapa faktor. Sebelumnya lebih dulu ada penghinaan yang ditujukan ke keluarganya," jelas Ponaryo dilansir dari BolaSport.com.

Saddil Ramdani Resmi Tersangka, Sanksi Menantinya Dari Dipecat Bhayangkara FC Hingga 7 Tahun Penjara

Saddil Ramdani Terancam Didepak Dari Bhayangkara FC Usai Terlibat Kasus Pengeroyokan

Jadwal Tak Padat, Sriwijaya FC Yakin Liga 2 Indonesia Bakal Bergulir Pada Juli 2020 Mendatang

APPI sendiri, lanjut Ponaryo, tidak mau ikut campur dalam permasalahan hukum yang sedang dijalani Sadill Ramdani. Kendati ia merupakan anggota APPI

Menurut Ponaryo, APPI mempunyai kewenangan dalam menentukan apakah kasus itu masuk dalam ranahnya. Lantaran tak semua kasus harus dibantu pihaknya, ada standar dan ketentuannya masing-masing.

Ponaryo menuturkan, apa yang dilakukan Saddil memang salah, terlepas ada faktor pemicu yang membuatnya tidak bisa mengontrol emosi.

Ponaryo berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk tidak melakukan perbuatan yang sama.

"Setiap orang bisa berbuat kesalahan. Pemain lainnya harus melihat kasus Saddil sebagai contoh dan pelajaran besar agar lebih hati-hati dalam bertindak," terang mantan pemain Timnas Indonesia ini.

Sumber: BolaSport.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved