Wakapolda Sumsel Brigjen Rudi Setiawan Calon Deputi Penindakan KPK, Pernah Bertugas di FBI
Brigjen Pol Rudi Setiawan yang menjabat sebagai Wakapolda Sumatera Selatan salah satu calon Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Brigjen Pol Rudi Setiawan yang menjabat sebagai Wakapolda Sumatera Selatan salah satu calon Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Diketahui, pria asal Lampung ini juga adalah jebolan Federal Bureau of Investigation (FBI).
Brigjen Pol Rudi Setiawan menjadi sorotan Indonesia Corruption Watch (ICW) karena sedang memperebutkan kursi Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Background Reserse rupanya juga diemban Kombes Pol Rudi Setiawan saat bertugas di bagian Jatanras, Kasubdit Tipiter, Kasundit Tipid Indagsi Polda Metro Jaya.
Pada tahun 2010, Kombes Pol Rudi Setiawan sempat menjabat Kapolres Indramayu dan selanjutnya Kapolres Bekasi Kota.
• Ini Sosok dan Pengakuan Pelatih Pramuka yang Perkosa dan Bunuh Siswi SMP di OKU
Track record kepemimpinan perwira asal Lampung ini juga tercatat menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Lampung dan Polda Sumatera Selatan.
"Saya lebih banyak di bidang Reserse. Mudah-mudahan saya bisa mewujudkan keamanan di sini. Kejahatan di sini kita sikat lah. Makanya perlu kerja sama," ujarnya Rabu (6/12/2017) dikutip dati Tribunjatim.com.
Saat ini, Kombes Pol Rudi Setiawan memegang tongkat komando Polrestabes Surabaya, ia kembali ke Surabaya setelah sempat menjabat di Polda Jawa Timur sebagai Kanit Dit Reskrim.
"Saya bersyukur bisa berdinas kembali di Surabaya. Semoga bisa menjadikan Surabaya aman," ujar polisi yang pernah bersekolah di FBI (Federal Bureau of Investigation) ini.
Menjabat sebagai Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan berupaya membaur dengan warga.
"Saya pribadi akan mendekatkan diri dengan warga arek-arek Surabaya. Memberikan yang terbaik, tapi jangan macam-macam untuk penjahat," tegas perwira berpangkat tiga melati di pundaknya itu.
Brigjen Pol Rudi Setiawan bukan satu-satunya jenderal polisi yang memperebutkan kursi prestisius dalam tubuh KPK itu.
Dua nama lain adalah Wakapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Brigjen Karyoto dan Kepala Pendidikan dan Pelatihan (Kadiklat) Reserse Lemdiklat Polri Brigjen Agus Nugroho.
"Baru kemarin kan diumumkan tiga jenderal polisi yang lolos. Sekarang ini kami masih melakukan penelusuran rekam jejak mereka," ucap peneliti ICW, Wana Alamsyah saat dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (4/4/2020).
Wana melanjutkan pihaknya belum bisa bicara banyak soal ketiga sosok jenderal yang bakal menduduki kursi Deputi Penindakan KPK tersebut.
Nama ketiga jenderal itu juga tidak terlalu asing bagi ICW meski kurang familiar di publik.
"Tiga nama ini bukan tidak familiar, ada beberapa yang diketahui publik. Kami masih butuh waktu untuk tracking. Yang perlu kami ketahui apa indikatornya sampai KPK meloloskan mereka," tambahnya.
Untuk diketahui tiga jenderal polisi jadi kandidat yang lolos seleksi jabatan Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tiga orang itu menyingkirkan empat jaksa dan empat polisi lainnya yang memperebutkan posisi tersebut.
Sebelumnya diberitakan, ketiga jenderal polisi berbintang satu itu memperebutkan jabatan Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui proses seleksi.
Ketiganya sukses menyingkirkan empat jaksa dan empat polisi lainnya yang mengikuti seleksi jabatan strategis itu.
"Hari ini (kemarin) pimpinan KPK melakukan tes uji makalah, presentasi, dan wawancara terhadap tiga calon Deputi Penindakan tersebut," kata Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Jumat (3/4/2020).
Ali mengatakan ketiga jenderal dari Polri itu lolos dalam tahapan seleksi administrasi dan potensi calon Deputi Penindakan KPK.
Untuk seleksi jabatan Deputi Penindakan KPK diikuti tujuh jenderal dari Polri dan empat pejabat dari Kejaksaan Agung.
Menurut Ali, tiga kandidat yang lolos tersebut sebelumnya telah mengikuti tes uji kompetensi dan asessment yang dilakukan oleh pihak ketiga dari kalangan independen dan profesional.
Ali melanjutkan selain untuk posisi Deputi Penindakan, KPK juga melakukan seleksi untuk calon Deputi Informasi dan Data.
Pimpinan telah melakukan tes uji makalah, presentasi, dan wawancara terhadap tiga kandidat.
Ketiganya adalah Giri Suprapdiono yang saat ini menjabat Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK, Indira Malik selaku Spesialis Pengolahan Data dan Informasi Utama KPK, dan Mochamad Hadiyana selaku Direktur Standarisasi Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika.
"Para kandidat tersebut sebelumnya telah mengikuti tes uji kompetensi dan asesmen yang dilakukan oleh pihak ketiga yang independen dan profesional," kata dia.
Lembaga antirasuah itu juga sedang mencari kandidat untuk mengisi pos dua jabatan strategis lain, yakni Direktur Penyelidikan dan Kabiro Hukum.
Oleh karena itu, KPK mengajak masyarakat untuk turut mengawal proses seleksi jabatan strategi KPK ini dan memberikan masukan.
Rencananya, proses seleksi berlangsung hingga 7 April 2020.
Biodata Rudi Setiawan
Dilansir dari Wikipedia, Brigjen. Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. (lahir di Kalianda, Lampung, November 1968) adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 2 Agustus 2019 menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatra Selatan.
Rudi, lulusan Akpol 1993 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Jabatan terakhir jenderal bintang satu ini ini adalah Wakil Kepala Kepolisian Daerah Lampung.
Riwayat Pendidikan
AKABRI (1993)
PTIK
FBI (2002)
SESPIMTI (2016)
Riwayat Jabatan
Penyidik Madya Unit I Dit II/Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri
Kapolres Indramayu (2010)
Wadirreskrimsus Polda Sumut (2012)
Pamen SSDM Polri (2013)
Kapolres Metro Bekasi Kota (2014)
Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri (2015)
Analis Kebijakan Madya bidang Pidum Bareskrim Polri (2015)
Dirreskrimsus Polda Lampung (2017)
Dirreskrimsus Polda Sumsel (2017)
Kapolrestabes Surabaya (2017)
Wakapolda Lampung (2019)
Wakapolda Sumatra Selatan (2019)
Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com