Dampak Corona

Sejumlah Wilayah Terapkan Lockdown Lokal, Omzet TIKI Anjlok Hingga 50 Persen

Kondisi tersebut tentu saja ikut berpengaruh terhadap volume paket pengiriman di TIKI yang mengalami penurunan sampai 50 persen

Tribun Sumsel/ Hartati
Foto Ilustrasi : Pengiriman paket di kantor pos 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Omzet ekspedisi jasa angkutan anjlok efek semakin banyak daerah menerapkannya lockdown lokal sehingga memperpanjang waktu pengantaran paket dan kiriman barang.

Kondisi tersebut tentu saja ikut berpengaruh terhadap volume paket pengiriman di TIKI yang mengalami penurunan sampai 50 persen.

"Penurunan sudah mulai terasa sejak pertengahan Maret dan target hingga akhir bulan belum bisa tercapai," ujar Komisaris titipan kilat (TIKI) Palembang , Haris Jumadi, Rabu (01/04/2020)

Haris mengatakan beberapa daerah yang menutup akses keluar masuk diwilayah mereka, memang sebagian besar masuk wilayah bagian Timur seperti Papua, Palangkaraya dan beberapa kota di pulau jawa.

Untuk daerah yang sudah mengumumkan akan melakukan lockdown sejak jauh hari maka paket dengan tujuan daerah tersebut tidak diterima lagi.

Paket yang diterima untuk dikirim juga tidak bisa dijanjikan sampai tepat waktu karena banyak daerah yang mengisolasi mandiri.

Kita menerapkan sistem semua barang yang sudah diterima dan akan dikirimkan tapi daerah tujuan status lockdown maka paket barang tersebut akan kami kembalikan lagi kepada si pengirim.

Haris menambahkan, sejauh ini Jakarta masih menjadi salah satu kota yang paling banyak tujuan paket pengiriman, dan kami tidak membatasi pengiriman konsumen yang ingin mengirimkan paket mereka.

Jakarta masih mendominasi tujuan pengiriman paket tertinggi diIndonesia, dan sampai saat ini paket untuk tujuan Jakarta masih tetap diteriman TIKI.

Sementara itu Kepala PT POS Merdeka, Risdayati mengatakan pengiriman paket dari dan ke Palembang tidak naik pesat dan masih tergolong normal saja.

Hal ini karena pangsa pasar pos bukanlah paket e commerce atau belanja online yang kini marak dilakukan masyarakat sebagai solusi belanja dari rumah selama melaksanakan social distancing.

Khusus pengiriman Jakarta juga disarankan untuk mencantumkan alamat rumah bukan kantor karena banyak perusahaan menerapkan social distancing sehingga bnayak kantor tutup dan tidak ada yang menerima paket kiriman.

"Pengiriman tetap terbanyak dari dan ke Jakarta tapi untuk paket barang dan dokumen yang mengandalkan jasa kiriman darat," ujarnya.

Penulis: Hartati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved