Inflasi Palembang di Maret 2020 Banyak Disumbangkan Gula Pasir dan Emas Perhiasan

Komoditas yang dominan menyumbang andil terhadap inflasi bulan Maret 2020 di Kota Palembang, antara lain emas perhiasan, gula pasir, dan telur ayam

Sripo/ Jati Purwanti
Rak gula pasir di Supermarket di Palembang. Komoditas yang dominan menyumbang andil terhadap inflasi bulan Maret 2020 di Kota Palembang, antara lain emas perhiasan dan gula pasir. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat inflasi 0,04 persen pada Maret ini.

Sementara Inflasi Tahunan “Year on Year” (Maret 2020 terhadap Maret 2019 sebesar 3,20 persen.

Komoditas yang dominan menyumbang andil terhadap inflasi bulan Maret 2020 di Kota Palembang, antara lain emas perhiasan, gula pasir, dan telur ayam ras.

Sementara itu inflasi di Lubuklinggau bulan Maret 2020 lebih besar yakni 0,07 persen.

Komoditas dominan yang menyumbang andil inflasi di Kota Lubuklinggau antara lain gula pasir, bawang merah, dan emas perhiasan.

"Komoditas penyumbang inflasinya hampir sama yakni emas dan gula pasir atau kelompok bahan makanan," ujar Endang Tri Wahyuningsih,M.M, Rabu (1/4/2020).

Endang mengatakan inflasi kumulatif sampai bulan Maret 2020, Kota Palembang sebesar 0,92 persen, jika dibandingkan pada periode yang sama, angka tersebut lebih tinggi dari tahun 2019 sebesar -0,11 persen, namun sedikit lebih rendah dari tahun 2018 sebesar 0,93 persen.

Sedangkan Inflasi Tahunan Year on Year Maret Tahun 2020 terhadap Maret 2019 sebesar 3,20 persen.

Jika dibandingkan pada periode yang sama, angka tersebut lebih tinggi dari tahun 2019 sebesar 1,71 persen, namun lebih rendah dari tahun 2018 sebesar 3,27 persen.

Inflasi Kumulatif sampai bulan Maret 2020, Kota Lubuk Linggau sebesar 0,82 persen, jika dibandingkan pada periode yang sama, angka tersebut lebih tinggi dari tahun 2019 sebesar -0,03 persen, namun lebih rendah dari tahun 2018 sebesar 1,16 persen.

Sedangkan Inflasi Tahunan “Year on Year” Maret Tahun 2020 terhadap Maret 2019 sebesar 2,63 persen, jika dibandingkan pada periode yang sama, angka tersebut lebih tinggi dari tahun 2019 sebesar 1,21 persen, namun lebih rendah dari tahun 2018 sebesar 4,03 persen.

Penulis: Hartati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved