Dampak Covid-19, Sri Mulyani Beberkan Skenario Terburuk Perekonomian RI, Dollar Tembus Rp 20 Ribu

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan skenario berat hingga paling buruk yang akan dialami Indonesia akibat pandemik virus corona (covid-1

KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Sri Mulyani Indrawati 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan skenario berat hingga paling buruk yang akan dialami Indonesia akibat pandemik virus corona (covid-19).

Dalam paparannya kepada awak media melalui conference call, Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mengalami kontraksi hingga 0,4 persen di akhir tahun.

Dengan skenario terburuk, lanjut Sri, Indonesia Crude Price (ICP) berada di level US$ 31 per barel.

Kemudian nilai tukar rupiah menyentuh Rp20.000 per dollar Amerika Serikat (AS). Lalu inflasi sebesar 5,1%. 

Dengan begitu, PDB nominal diproyeksi mencapai Rp16.574,9 triliun jauh dari asumsi pemerintah sebelumnya sebesar Rp17.464,7 triliun.  

 

Namun demikian, Sri Mulyani menegaskan, ini merupakan skenario terburuk. Pemerintah berkomitmen akan terus menjaga stabilitas makro ekonomi.  

“Ini akan diantisisipasi agar tidak terjadi,” kata Sri Mulyani.  

Sementara untuk skenario berat, perekonomian RI hanya akan tumbuh di kisaran 2,3 persen.

Sebelumnya, Menkeu sempat memaparkan, sekario berat hingga terburuk pertumbuhan ekonomi RI akan berada di ksiaran 2,5 persen hingga 0 persen.

"Kami perkirakan pertumbuhan ekonomi akan turun ke 2,3 persen, bahkan skenario lebih buruk -0,4 persen," ujar Sri Mulyani.

Halaman
123
Editor: Moch Krisna
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved