Hapus Kecemasan Biaya Berobat dengan JKN-KIS

Sofian Andeskal (44) wiraswasta di Kabupaten Muaraenim sempat bekerja di suatu perusahaan namun sekarang sudah berhenti dari perusahaan tersebut.

BPJS Kesehatan
Sofian Andeskal 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH --- Sofian Andeskal (44) wiraswasta di Kabupaten Muaraenim sempat bekerja di suatu perusahaan namun sekarang sudah berhenti dari perusahaan tersebut.

Sofian kesulitan ketika berobat karena sudah tidak ditanggung lagi oleh perusahaannya dan belum mengurus Program JKN-KIS di segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU/Mandiri).

Kesulitan yang ia hadapi mengenai obat ketika mengakses pelayanan kesehatan tanpa menggunakan Program JKN-KIS.

“Fasilitas kesehatan tempat saya berobat lebih mengutamakan obat untuk peserta JKN-KIS. Saya hanya diberikan resep, kemudian saya sendiri yang harus mencari dan membeli obat tersebut. Jika dihitung biaya yang dibutuhkan adalah biaya berobat, ongkos mencari obat, dan biaya beli obatnya. Beda halnya jika kita menggunakan Program JKN-KIS, dari biaya berobat sudah ditanggung oleh Program JKN KIS, dan obatnya pun disediakan oleh fasilitas kesehatan, sehingga kita tidak perlu mencari lagi obatnya,” kata Sofian saat diwawancarai tim Jamkesnews (27/3/2020).

Sofian menuturkan biaya pelayanan kesehatan yang pernah ia keluarkan tanpa menggunakan Program JKN-KIS sekitar Rp 8 juta. Dengan menjadi peserta JKN-KIS, seluruh peserta JKN-KIS bergotong-royong membantu peserta lain yang sakit.

“Sehat itu mahal. Jika seseorang sudah sakit, apapun akan ia lakukan agar ia sehat kembali, begitupun keluarganya. Orang yang tadinya kaya, bisa menjadi miskin jika sudah terkena penyakit. Biaya kesehatan sekarang sudah mahal sekali. Namun, dengan adanya Program JKN-KIS semua orang menjadi terbantu, Program JKN-KIS menanggung biaya pelayanan kesehatan,” lanjut Sofian.

Menurutnya, pelayanan kesehatan sekarang sudah lebih baik dengan adanya BPJS Kesehatan. Sudah banyak fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dengan menjadi peserta JKN-KIS yang perlu kita lakukan adalah membayar iuran tepat waktu dan mengikuti prosedur yang berlaku.

“Secara keseluruhan saya merasa puas dan merasa terbantu dengan adanya Program JKN-KIS. Pemerintah sudah menyediakan jaminan kesehatan beserta prosedur yang harus dijalani, baik itu mengenai pengobatan berjenjang, iurannya dan lain-lain, sehingga yang perlu kita lakukan adalah menjalani dengan taat prosedur tersebut,” tutup Sofian. (RW/df)

Editor: Ray Happyeni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved