Advertorial

Rumah Sehat Solusi Cermat Ciptakan Masyarakat Hebat

Rumah bukanlah sekedar tempat tinggal atau untuk istirahat saja tetapi juga sebagai sarana pembinaan keluarga.

Istimewa
Rumah bukanlah sekedar tempat tinggal atau untuk istirahat saja tetapi juga sebagai sarana pembinaan keluarga 

Kelompok 4 Ilmu Kesehatan Masyarakat A FKM Unsri

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Rumah bukanlah sekedar tempat tinggal atau untuk istirahat saja tetapi juga sebagai sarana pembinaan keluarga.

Oleh karena itu, “Rumah Sehat” tidak hanya diartikan sebagai rumah yang besar dan mewah, namun banyak syarat yang menjadikan penghuni rumah bisa mendapat kesehatan secara baik dan sesuai dengan standar.

Ada beberapa parameter yang membuat rumah bisa disebut sebagai rumah sehat, diantaranya yaitu

(1) Minimum dari kelompok komponen rumah adalah langit-langit rumah, dinding, lantai, jendela kamar tidur, jendela ruang keluarga, ventilasi, sarana pembuangan asap dapur, dan pencahayaan.

(2) Minimum dari kelompok sarana sanitasi adalah sarana air bersih, jamban (sarana pembuangan kotoran), sarana pembuangan air limbah (SPAL), dan sarana pembuangan sampah.

(3) Perilaku sanitasi rumah adalah usaha kesehatan masyarakat yang menitikberatkan pada pengawasan terhadap struktur fisik yang digunakan (Dinas Kesehatan, 2005).

Menurut Depkes RI (1999), salah satu syarat rumah atau hunian sehat adalah memiliki luas ruang tidur minimal 8 meter dan tidak dianjurkan digunakan lebih dari dua orang dalam satu ruang tidur, kecuali anak dibawah 5 tahun.

Kemudian, rumah yang menggunakan atap terbuat dari tanah liat sangat cocok untuk daerah beriklim seperti Indonesia karena dapat menciptakan suhu yang sejuk di dalam rumah.

Plafon berfungsi untuk melindungi ruang-ruangan di dalam rumah dari rembesan air dari atas atap, serta menetralkan bunyi atau suara nyaring dan bising pada atap disaat hujan dan menyembunyikan benda-benda seperti kabel instalasi listrik.

Dinding yang baik adalah yang tidak terbuat dari papan atau bahan yang dapat menyerap air.

Lantai yang baik adalah lantai yang dalam keadaan kering atau tidak lembab.
Bahan lantai harus kedap air dan mudah dibersihkan.

Rumah sehat juga harus memenuhi kebutuhan fisiologis meliputi pencahayan, penghawaan, ruang gerak yang cukup, dan terhindar dari kebisingan yang mengganggu.

Sarana air bersih juga menjadi salah satu syarat rumah sehat. Syarat kualitas air diantaranya tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, jernih (bersih dan tidak keruh) serta temperaturnya tidak melebihi udara diluar.

Selain itu sumber air juga menjadi hal yang penting, baik dari sumur ataupun air PDAM.

Sarana pembuangan dan pengelolaan sampah sangat berpengaruh pada kriteria rumah sehat. Pembuangan dan pengelolaan sampah yang tidak baik akan menimbulkan banyak dampak bagi kesehatan.

Sarana pembuangan tinja (Jamban) yang memenuhi aturan kesehatan adalah ;

(1) Tidak mengotori permukaan tanah di sekitarnya,
(2) Tidak mengotori air permukaan di sekitarnya,
(3) Tidak mengotori air dalam tanah di sekitarnya,
(4) Kotoran tidak boleh terbuka sehingga dapat dipakai sebagai tempat lalat bertelur atau perkembangbiakan vektor penyakit lainnya,
(5) Tidak menimbulkan bau,
(6) Pembuatannya murah,
(7) Mudah digunakan dan dipelihara (Notoatmodjo, 2003).

Yang terakhir adalah kebiasaan aggota keluarga serumah yang merokok.
Apabila ada salah satu anggota keluarga yang merokok di dalam rumah, karbon monoksida yang terkandung di dalam asap rokok akan menyebar ke seluruh ruangan dan apabila terhirup anggota keluarga yang lain akan membuat mereka rentan terserang penyakit.

Dari hasil survey kuesioner online yang dilakukan penulis di Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya Tahun 2020, diketahui hasil yang didapat yakni rata-rata luas hunian rumah yang mereka tinggali yaitu 100-500 meter persegi dengan jumlah anggota keluarga biasanya berisi 4 sampai 5 anggota keluarga dalam satu rumah.

Karakteristik rumah yang ditinggali hampir seluruhnya menggunakan atap yang berbahan dasar tanah liat dengan dilengkapi plafon, serta dinding rumah dibangun menggunakan batu bata dan kebanyakan sudah menggunakan keramik untuk bagian lantai rumah.

Anggota keluarga yang tingggal di rumah responden diketahui bahwa sebagian besar anggota keluarga serumah responden tidak merokok yaitu (55,6 %), sedangkan anggota keluarga serumah responden yang merokok (44,4 %).
Sarana air bersih di rumah responden sebagian besar sudah memiliki sarana kepemilikan air bersih sendiri, dengan menggunakan PDAM.

Halaman
12
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved