Breaking News:

Antisipasi Virus Corona

Masker N95 Bisa Disterilkan dan Dapat Dipakai Kembali? Ini Kata Para Peneliti

Karena masker merupakan komponen penting dari peralatan pelindung pribadi (PPE) bagi para pekerja medis dalam menangani virus corona (Covid-19).

Editor: Weni Wahyuny
AGUNG DWIPAYANA/TRIBUNSUMSEL.COM
Ilustrasi Masker N95 yang sedang digunakan masyarakat 

TRIBUNSUMSEL.COM, KUALA LUMPUR - Banyak jenis masker yang dapat digunakan di tengah pandemi corona.

Salah satunya masker N95.

Jika masker pada umumnya digunakan hanya satu kali pakai, bagaimana dengan masker N95?

Masker N95 ternyata dapat disterilkan secara efektif untuk digunakan kembali tanpa mempengaruhi kemampuan filtrasinya.

Hal tersebut berdasarkan penemuan para peneliti di Universitas Stanford.

Langkah ini bisa dilakukan melalui pemanasan suhu rendah dalam oven dapur konvensional yang biasa ada di dapur rumah tangga.

Dikutip dari laman Malay Mail, Senin (30/3/2020), temuan ini diklaim dapat membantu mengurangi kelangkaan masker secara global.

 

Menurut makalah penelitian yang ditulis oleh Amy Price dan Larry Chu dari Stanford AIM Lab dan Learnly Covid-19 Evidence Service, masker N95 dapat didekontaminasi berulang kali tanpa merusak efektivitasnya melalui cara dipanaskan dalam oven dapur selama 30 menit pada suhu 70 derajat celcius secara teratur.

Dekontaminasi pun dapat dicapai pula melalui pemanfaatan uap air panas selama 10 menit, meskipun ini hanya menghasilkan penurunan marjinal dalam efisiensi filtrasi, jika dibandingkan dengan pemanasan menggunakan oven.

Kendati demikian, mereka mengutip kesimpulan dari Institut Nasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja AS bahwa tidak ada cara pasti untuk bisa menentukan berapa jumlah maksimum penggunaan kembali yang aman untuk respirator N95.

Sementara metode lainnya seperti merendam dalam isopropil alkohol untuk mendekontaminasi masker, dianggap sebagai langkah yang tidak tepat.

Karena secara signifikan bisa menurunkan kemampuan filtrasi yang tersisa dari masker itu setelah proses pembersihan.

Penyebaran cepat virus ini secara efektif dalam hitungan bulan telah menyebabkan terjadinya kelangkaan masker bedah dan alat pelindung diri (APD) lainnya dalam skala global.

Meskipun sebenarnya menggunakan kembali masker bedah bukan hal yang dianjurkan, namun kenyataannya banyak petugas medis garda terdepan harus menggunakan kembali masker mereka secara berulang kali karena faktor kelangkaan ini.

Faktor ini pun diperparah oleh permintaan pribadi masyarakat yang menginginkan masker semacam itu.

Malaysia pun, saat ini juga tengah menghadapi kelangkaan yang sama, sehingga mendorong pemerintahnya untuk melarang semua kegiatan ekspor masker yang diproduksi secara lokal demi mengurangi kelangkaan di negara itu.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Studi Menunjukkan Masker N95 Dapat Didekontaminasi untuk Bisa Digunakan Kembali

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved