Perbankan di Sumsel Mulai Rencanakan Restrukturisasi Kredit Secara Ketat

Presiden Jokowi menginsturksikan untuk memberikan kemudahan kepada sejumlah sektor usaha dan masyarakat

ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Presiden Jokowi menginsturksikan untuk memberikan kemudahan kepada sejumlah sektor usaha dan masyarakat yang terkena dampak dari wabah virus corona (Covid-19) bagi debitur, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga tukang ojek dan supir taksi.

Pihak perbankan mendukung instruksi presiden tersebut dengan catatan bahwa restrukturisasi kredit ini memang benar-benar debitur yang terdampak langsung bukan semua debitur langsung mendapat kemudahan restrukturisasi kredit.

Pemimpin Wilayah BNI Palembang Dodi Widjajanto mengatakan BNI empati dengan pandemi ini namun juga harus tetap ada semangat membayar jangan karena pidato priseden kemudian disalah artikan sehingga tidak ada yang mau bayar kredit.
Sebab uang yang dipinjamkan pada debitur itu adalah uang nasabah. Kalau semua debitur macet tidak mau membayar lantas bagaimana bank harus menjalankan bisnis.

"Tidak mungkin semua nasabah yang menabung dilarang menarik uangnya setahun karena memberikan relaksasi ke debitur, kalau ini terjadi akan ada aksi penarikan uang besar-besaran (rush)," ujar Dodi, Kamis (26/3/2020).

Dodi mengatakan biasanya restrukturisasi dilakukan dengan permohonan restrukturisasi dulu oleh debitur dan akan ditinjau apakah benar perlu restrukturisasi kredit atau tidak.

Jika benar maka akan dipilih skema mana yang disepakati.
Apakah hanya akan membayar bunga saja dulu atau pokok hutangnya saja dulu atau bunga dan pokok hutang kedua tidak bisa dibayar dalam jangka waktu tertentu.

Setelah kondisi keuangan kembali baik maka kredit yang selama ini tertunda pembayarannya harus kembali dianagur hingga lunas.

"Jadi menunda sementara waktu bukan tidak membayar sama sekali sbb ini sering disalah artikan oleh masyarakat," tambah Dodi.

Dia mencontohkan, debitur terdampak ini misalnya pelaku eksportir importir yang bahan bakunya disuppai dari Cina dan karena sempat stop tidka bisa berbisnis sehingga sulit keuangannya.

Sementara itu mengenai kredit UMKM atau KUR yang disalurkan ke pelaku usaha dan jasa, realisasi restrukturisasi kreditnya masih akan dihitung dan dipertimbangkanagi karena menyangkut kebijakan pemerintah juga sebab ada bunga subsidi dalam penyalurannya.

Halaman
12
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved