Kasus Sebelumnya Ditembak Mati, Kronologi 3 Pelaku Jual Beli Senjata KKB Papua Diringkus Satgas

"Setelah pembuntutan dan penyelidikan, akhirnya Satgas Gakkum Operasi Nemangkawi menangkap dan mengamankan pelaku saat turun dari Kapal Lababor"

Surya
Ilustrasi KKB Papua 

Jenazah NM telah dimakamkan siang tadi oleh pihak keluarga,” kata Sonny.

Serangan Propaganda KKB Papua ke Pemerintah Indonesia

Aksi keji KKB Papua tak sebatas teror bersenjata, tapi juga menyebarkan berita hoax dan propaganda untuk menyerang pemerintah Indonesia.

Salah satunya seperti yang mereka lakukan baru-baru ini.

KKB Papua berusaha mencari-cari kesalahan pemerintah Indonesia di tengah mewabahnya virus corona.

Melalui akun Facebook Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), KKB Papua menyebarkan propaganda seolah-olah merasa risau dengan merebaknya virus corona.

KKB Papua juga mengkritisi pemerintah Indonesia yang tetap membuka akses masuk ke Indonesia dengan tetap membuka bandara dan pelabuhan.

KKB Papua menuding Indonesia menganggap remeh wabah virus corona dan melarang lockdown daerah di Indonesia.

Berikut rangkuman isi propaganda KKB Papua ke pemerintah Indonesia.

Di paragraf awal, KKB Papua menyebut kalau pemerintah Indonesia tak mampu mengatasi virus corona.

Mereka menyebut pemerintah tak sanggup mengurus nusantara.

"Sekali lagi, Bubarkan NKRI!

Itu solusinya, karena terbukti Indonesia sudah tidak mampu tangani virus corona sejak dini dan setelah penyebaran. NKRI hanyalah proyek ekonomi kapitalis (imperialis), karenanya Jakarta malas tahu dengan ancaman kemanusiaan.

Elit penguasa Jawa tidak akan pernah sanggup mengurus bangsa-bangsa Nusantara. Urus Jawa, bahkan Ibukota negara saja tak sanggup, terbukti laju korban virus corona tertinggi kedua dunia, dengan sistem kesehatan dan penanganan terburuk."

KKB Papua juga membandingkan penanganan virus corona di Indonesia dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

"Lihat Singapura, satu dari bangsa Nusantara yang terpisah, walau angka positif tinggi tapi nol angka kematian. Begitu juga Malasyia, begitu juga PNG, dll. Negara kecil tapi tingkat proteksi dan penanganannya luar biasa. Tingkat kendali yang luar biasa.

NKRI yang luas, tingkat kendali pusat yang lemah, sistem kesehatan buruk, apalagi resim berganti resim yang anti kemanusiaan, yang hanya jual bangsa-bangsa Nusantara sebagai lahan exploitasi kapitalis, terjajah secara ekonomi dibawa kendali utang, adalah ironi dan malapetaka.

Jadi marilah pisah dan menentukan nasib bangsanya sendiri-sendiri agar bisa mengurus bangsanya sendiri. Itu mesti jadi upaya selamatkan manusia dan tanah airnya masing-masing tanpa kontrol satu bangsa Jawa. Apa artinya NKRI tanpa makna pembebasan manusia (bangsa)."

KKB Papua juga menyinggung soal Omnibus Law.

Mereka menganggap pemerintah malah sibuk debat soal Omnibus Law di tengah wabah corona.

"Apa tidak gila, saat ancaman nyawa virus corona Jakarta sibuk debat Omnibus Law, drop militer habiskan APBN proteksi Freeport, lalu anggap remeh buka akses udara laut. Lalu larang lockdown daerah di Indonesia. Barangkali ini kebijakan pemerataan virus corona di seluruh Indonesia.

Di paragraf akhir, semakin tampak tujuan asli KKB Papua adalah untuk membubarkan NKRI.

Dengan alasan pemerintah Indonesia tak mampu melindungi warganya.

"Jadi apakah NKRI masih penting dari nyawa manusia bangsa-bangsa di Nusantara yang terancam? Sa kira bubarkan NKRI itulah solusi agar setiap bangsa dapat melindungi dan memproteksi manusia dan tanah airnya sendiri tanpa kontrol satu bangsa Jawa.

Mari aktifkan akal sehat!

"Victor Yeimo" "Jubir Internasional KNPB".(*)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul KRONOLOGI 3 Pelaku Jual Beli Senjata KKB Papua Diringkus Satgas, Kasus Sebelumnya Ditembak Mati, https://surabaya.tribunnews.com/2020/03/26/kronologi-3-pelaku-jual-beli-senjata-kkb-papua-diringkus-satgas-kasus-sebelumnya-ditembak-mati?page=all.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta
Editor: Musahadah

Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved