Ingat Teror Penembakan Brutal di Masjid di Selandia Baru? Pelaku Tarrant Akhirnya Akui Bersalah

Namun, setelah digelarnya pemeriksaan di Pengadilan Tinggi Christchurch Kamis (26/3/2020) pagi, Tarrant mengaku bersalah atas semua tuntutan.

NET
Brandon Tarant, penembak jamaah salat jumat di Selandia Baru. 

"Saya ingin mengakui bahwa para korban, keluarga mereka dan komunitas Christchurch, banyak kehidupan mereka yang berubah setelah insiden itu."

Brenton Tarrant pelaku serangan penembakan brutal Christchurch Selandia Baru
Pedagang Pakistan membakar sebuah poster dengan gambar Brenton Tarrant, pelaku serangan penembakan brutal 15 Maret terhadap dua masjid di Christchurch, saat aksi protes di Peshawar pada 16 Maret 2019. (ABDUL MAJEED / AFP)

Ahmed Khan, yang berada di dalam Pusat Islam Linwood di Christchurch selama serangan itu, mengatakan bahwa ia mendengar tentang pengakuan bersalah Tarrant dalam sebuah email yang dikirim oleh pengadilan kepada para korban pada Kamis pagi.

"Cukup mengejutkan," kata Khan, yang sempat menggendong seorang lelaki yang terluka dan kemudian meninggal dalam pelukannya.

"Aku cukup senang dia mengaku bersalah atas semua tuduhan itu sehingga kita tidak harus melihat wajahnya selama persidangan yang panjang."

Dia mengatakan para korban khawatir bahwa persidangan, yang telah dijadwalkan bulan Juni, akan diulur oleh Tarrant sehingga dia bisa mendapatkan perhatian ekstra.

"Orang-orang di ruang sidang benar-benar marah dan menjadi sangat emosional karena sepertinya pelaku tidak menyesal," kata Khan.

"Sekarang kami berharap untuk hasil yang baik."

Pasca-insiden

Tarrant ditangkap pada 15 Maret tahun lalu, 21 menit setelah panggilan darurat pertama diterima oleh polisi.

Hampir semua korban langsung meninggal dunia di dalam Masjid Al Noor dan Pusat Islam Linwood.

Halaman
1234
Editor: Weni Wahyuny
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved