Setelah Indonesia, Spanyol Beli APD Dengan China Senilai Rp 7,6 Triliun

Tak tanggung-tanggung Pemerintah Spanyol menandatangani kontrak senilai Rp 7,6 triliun dengan China untuk membeli alat medis demi memerangi corona

Setelah Indonesia, Spanyol Beli APD Dengan China Senilai Rp 7,6 Triliun
(REUTERS/JUAN MEDINA)
Seorang anggota dari militer Spanyol berbicara dengan dua polisi di Madrid, pada 24 Maret 2020, di tengah wabah virus corona. 

TRIBUNSUMSEL.COM - China kebanjiran pesanan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis yang menangani virus corona

Setelah Indonesia, kini Spanyol juga ikut membeli APD dari China

Tak tanggung-tanggung Pemerintah Spanyol menandatangani kontrak senilai Rp 7,6 triliun dengan China untuk membeli alat medis demi memerangi virus corona.

Pernyataan yang disampaikan Menteri Kesehatan Salvador Illa itu terjadi setelah Negeri "Matador" menjadi negara dengan angka kematian tertinggi Covid-19 kedua dunia.

Dilansir AFP Rabu (25/3/2020), penandatanganan kontrak antara Spanyol dengan China itu mempunyai nilai 432 juta euro, atau Rp 7,6 triliun.

Kontrak pembelian perlengkapan medis itu mencakup 55 juta masker, 5,5 juta alat rapid test, 950 respiator, dan 11 juta pasang sarung tangan.

Pembelian ini dipergunakan untuk mengatasi kelangkaan Alat Perlindungan Diri ( APD) tim medis yang berada di garis depan merawat pasien virus corona.

Pengumuman itu terjadi setelah Madrid melaporkan 3.434. Melewati Negeri "Panda" sebagi negara dengan angka kematian tertinggi setelah Italia.

"Kami sudah mengamankan keseluruhan jaringan produksi yang nantinya hanya akan memberikan suplai kepada pemerintah Spanyol," kata Illa.

Dia menuturkan, persediaan APD tersebut akan dikirimkan secara bergelombang setiap pekan, dengan kloter pertama datang akhir minggu ini.

Halaman
12
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved