Ini Penjelasan WHO Mengapa Dibanding Orang Dewasa, Bayi dan Anak-anak Jarang Terkena Virus Corona

Sementara itu kasus infeksi Covid-19 jarang ditemukan pada bayi dan anak-anak.

kolase TribunStyle.com
Penjelasan Bayi dan Anak-anak Jarang Terkena Virus Corona 

TRIBUNSUMSEL.COM -  Hingga kini Selasa (24/3/2020), jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia berjumlah 686 kasus

Ada 55 pasien virus corona dinyatakan meninggal dunia.

Sebagian dari kasus tersebut ternyata juga ada yang menimpa bayi.

Namun kasus Covid-19 pada bayi dan anak-anak tergolong rendah dibandingkan dengan orang dewasa dan lansia.

 

Coronavirus.
Coronavirus. (Freepik)

Sebelum virus ini sampai ke Indonesia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memang sudah meneliti bila wabah ini akan jarang menyerang bayi dan anak-anak.

Mengapa demikian?

Mengutip dari NewYorkTimes, sebagian besar pengidap virus corona ternyata berusia 45-56 tahun.

Usia tersebut dianggap merupakan usia yang memiliki risiko tinggi terinfeksi virus corona.

Sementara itu kasus infeksi Covid-19 jarang ditemukan pada bayi dan anak-anak.

Dalam laporan yang ditulis New York Times beberapa waktu lalu, Dr Malik Peiris mengungkap bila bayi dan anak tetap bisa terinfeksi, namun risikonya sangat rendah.

Halaman
123
Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved