Kelompok ISIS Ketakutan Dengan Virus Corona, Anggotanya Siap 'Perang' Lawan Virus

Kelompok ISIS Ketakutan Dengan Virus Corona, Anggotanya Siap Perang Lawan Virus

btimes/Getty
Militan ISIS di Irak 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kelompok teroris ISIS mengeluarkan panduan bagi para anggotanya untuk memerangi virus corona.

Dalam daftar yang dirilis di buletin Al-Naba terbaru untuk ISIS, ada empat saran yang dicantumkan di sana.

Saran-saran itu adalah jauhi orang sakit, cuci tangan sebelum makan, hindari bepergian ke daerah yang terkena dampak.

Tiga saran itu sama dengan saran-saran mendasar yang dikeluarkan para pemerintah di seluruh negara di dunia. Namun, ada satu saran lain yang berbeda.

Dalam buletin Al-Naba tertera saran berikutnya adalah "percaya pada Tuhan dan berlindung padaNya".

Buletin tersebut juga menyebut bahwa "wabah adalah siksaan yang dikirim oleh Tuhan kepada siapa pun yang Dia kehendaki".

"Penyakit tidak menyerang dengan sendirinya, tapi atas perintah Tuhan," tulis buletin itu, dikutip dari Times of India.

Sebelumnya, ISIS juga mengeluarkan larangan bagi anggotanya untuk bepergian ke Eropa, terkait wabah virus corona yang menyebar di Benua Biru.

Dalam buletin Al-Naba, anggota ISIS diimbau agar tidak memasuki "daratan epidemi" untuk menghindari infeksi.

"Daratan epidemi" merujuk ke Benua Eropa, wilayah dengan penyebaran virus corona terbesar selain China, Korea Selatan, dan Iran.

Eropa sendiri telah ditetapkan sebagai pusat penyebaran virus dengan nama resmi SARS-CoV-2 ini, oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Namun untuk para anggotanya yang sedang sakit dan tinggal di Eropa, diperintahkan tetap berada di sana.

"Mereka yang sehat dilarang memasuki daratan epidemi, dan yang terjangkit tidak boleh keluar dari sana," demikian yang tertulis di buletin ISIS. Instruksi pun diberikan untuk menutup mulut dengan tangan saat menguap dan bersin, lalu mencuci tangan secara berkala.

Melalui buletinnya, ISIS mengibaratkan menghindari orang-orang yang terjangkit virus corona seperti lari dari kejaran singa.

ISIS telah kehilangan banyak area kekuasaan di Timur Tengah setelah sejumlah kekalahan yang diderita, tetapi masih aktif di Irak dan Suriah dengan bentuk terfragmentasi.

Halaman
12
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved