Breaking News:

Wisata dan Kuliner

Pariwisata Palembang Tetap Optimis di Tengah Perjuangan Melawan Corona

Kepala Dinas Pariwisata Palembang Isnaini Madani mengatakan, iklim pariwisata di Palembang tak terlalu terpengaruh oleh wabah virus Corona

Penulis: Melisa Wulandari | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Melisa Wulandari
Pemandangan Jembatan Ampera yang dilihat dari Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Kamis (12/3/2020). 

Kalau sudah seperti ini semua bisa rugi termasuk dunia pariwisata.

Saat ini pemerintah sedang menggembargemborkan baik pusat maupun daerah untuk menjadi ujung tombak perekonomian Indonesia.

"Kalau tergoncang pariwisata di Indonesia ya pengaruh juga kepada perekonomian. Siapa yang paling menderita ya semua, masyarakat, pemerintah, kita semua," jelasnya.

PAD nya jadi tidak tercapai, karena PAD dari sektor pariwisata termasuk yang porsi terbesar, 30 persen disumbangkan dari PAD pariwisata.

"Mulai dari pajak restoran, hotel dan hiburan dan porsinya 30an persen lebih menyumbang untuk PAD kota Palembang. Pada akhirnya PADnya kemana, ya untuk kemakmuran masyarakat," katanya.

Dan terkait masalah angka wisatawan belum bisa dihitung tetapi sementara ini secara kasat mata, secara fenomenal sepertinya tidak ada pengaruh.

Karena kebanyakan yang berkunjung ke Palembang ini turis nusantara bukan turis mancanegara.

"Saya tidak tahu daerah-daerah yang didominasi dikunjungi turis-turis mancanegara," ujarnya.

"Tetapi yang saya ketahui bahwa Palembang untuk sementara ini kedepan tidak terpengaruh oleh isu ini tetapi sekali lagi kami harapkan harus tetap waspada," katanya.

Dan sampai saat contoh kunjungan ke Pulo Kemaro belum ada pengaruh. Yang ke pulo Kemaro masih tetap ramai.

Isnaini juga mengajak turis yang ingin berkunjung bahwa Palembang tetap membuka pintu seluas-luasnya untuk turis berkunjung ke Palembang.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved