Breaking News:

Berita Muratara

Hutan TNKS Gundul, Gubernur Herman Deru Khawatir Muratara Dilanda Bencana

Gubernur Sumsel Herman Deru mengkhawatirkan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) akan dilanda bencana akibat kerusakan hutan

Tribun Sumsel/ Rahmat Aizullah
Gubernur Herman Deru saat kunjungan kerja ke Desa Napal Licin, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Muratara, Kamis (12/3/2020) 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA-Gubernur Sumsel Herman Deru mengkhawatirkan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) akan dilanda bencana akibat kerusakan hutan.

Herman Deru menyebutkan, kerusakan hutan di Kabupaten Muratara saat ini harus menjadi perhatian semua pihak karena akan semakin parah jika terus dibiarkan.

Ironisnya, hutan yang rusak itu kata Herman Deru sudah merambat ke kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang merupakan paru-paru dunia.

Hal itu diungkapkan Gubernur Herman Deru saat kunjungan kerja ke Desa Napal Licin, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Muratara, Kamis (12/3/2020).

"Aku ke sini naik helikopter, bukan gerot naik helikopter ini, tapi aku nak jingok hutan TNKS dari pucuk, gundul cak bayi baru lahir," ujar Herman Deru disambut gelak tawa hadirin.

Dia mengatakan, kerusakan hutan bisa menyebabkan bencana alam seperti tanah longsor dan banjir bandang.

"Kalau hutanya gundul, tanah menjadi tandus, longsor. Kemudian kalau hujan material tanah kayu dari atas itu turun lancar, banjir bandang," katanya.

Dia meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan agar tidak dirusak oleh oknum-oknum tertentu, baik secara perorangan maupun dalam skala besar.

Sebab menurut Gubernur, yang dikhawatirkan dari pembalakan liar (illegal logging) adalah bukan hanya kayunya yang hilang tapi bencana akan melanda.

"Maka saya minta kepada masyarakat, karena hutan ini punya kita semua, tolong dijaga hutan kita ini, bahaya, bukan kita takut sekedar kayunya hilang, tapi bencananya," ujar dia.

Herman Deru mengatakan, sudah banyak contoh bencana alam yang terjadi di beberapa daerah akibat kerusakan hutan.

"Sudah banyak kejadian, nyawa jadi korban, harta benda hanyut dibawa air gara-gara banjir yang mendadak," katanya.

Penulis: Rahmat Aizullah
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved