Pertamina EP Asset 2 Genjot Produksi 23 Sumur, Demi Capai Target 18 Ribu Barel Perhari

Goverment & Public Relation Analyst PT Pertamina EP Asset 2, Arie Fahlupi mengungkapkan sepanjang tahun 2020

Tribun Sumsel/ Edison
Lokasi pengeboran sumur baru milik PT Pertamina EP Asset 2. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Goverment & Public Relation Analyst PT Pertamina EP Asset 2, Arie Fahlupi mengungkapkan sepanjang tahun 2020 pihaknya menargetkan akan melakukan produksi 23 sumur minyak dan gas.

"Selain menargetkan akan mengebor dan memproduksi 23 sumur produksi termasuk sumur EOR, kita juga akan melakukan kegiatan atau program sesmik untuk mencari sumber-sumber migas untuk selanjutnya dilakukan pengeboran," ungkap Arie ketika dibincangi wartawan.

Arie menuturkan, pihaknya akan berupaya keras melakukan pengeboran dan sumber-sumber minyak dan gas lantaran target tahun ini mengalami peningkatan, dimana jika sebelumnya hanya 17 ribu barel perhari menjadi 18 ribu barel perhari.

"Karena pemerintah membuat kebijakan mengurangi impor BBM maka setiap KKS indonesia termasuk Pertamina target menjadi nambah. Dulu 2019 target 17 ribu barel perhari karena ada kebijakan itu jadi meningkat jadi 18 ribu barel perhari, target kita itu tahun ini," katanya.

Disinggung berapa total produksi perhari hingga saat ini, pria asli Palembang ini menuturkan produksi masih di angka 17 ribu barel perday atau sekitar 98 persen.

"Belum nyampai 100 persen, baru di angka 98 persen. Tapi kita optimis akan tercapai hingga akhir tahun bisa diatas 100 persen," tuturnya.

Lebih lanjut Arie menerangkan jika saat ini Pertamina Persero sudah mulai melakukan kajian terkait energi terbarukan, sementara untuk pertamina asset 2 belum sama sekali.

"Energi terbarukan yang besar itu kan sinar matahari, panas bumi, tenaga angin dan tenaga air, kita belum menggali itu. Kita berharap kedepan bisa mengembangkan itu," lanjutnya.

Arie menambahkan, banyak orang berpikir jika sumber cadangan minyak dan gas di Indonesia berlimpah ruah namun hal itu tidak sesuai dengan kenyataan yang ada jika dibanding dengan cadangan dunia.

"Cadangan minyak kita hanya 0,5 persen dan cadangan gas kita hanya 1,5 persen, tidak banyak tapi hanya sedikit. Untuk itu kami mengimbau seluruh masyarakat agar bijak dalam menggunakan migas dan tidak terus dicari maka sewaktu-waktu akan habis," tambahnya.(eds)

Penulis: Edison
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved