Palembang Usulkan 50 Ribu Bantuan Masker

Pasca Presiden RI Joko Widodo mengumumkan adanya WNI yang berdomisili di kawasan Depok, Pemerintah Kota Palembang pun melakukan

SRIPO/RAHMALIYAH
Ratu Dewa 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Pasca Presiden RI Joko Widodo mengumumkan adanya WNI yang berdomisili di kawasan Depok, Pemerintah Kota Palembang pun melakukan antisipasi pencegahan virus corona.

Salah satunya, dengan meminta bantuan masker kepada Pemerintah Pusat sebanyak 50 ribu masker. Hal ini pun tak terlepas karena kondisi penjualan masker kini sedang melonjak karena diburu oleh masyarakat Kota Palembang dan sekitarnya. Bahkan, beberapa apotek dan warung waralaba pun stoknya saat ini kosong.
Sekretaris Setda Kota Palembang, Ratu Dewa mengatakan bantuan ini diusulan Pemkot Palembang melalui Dinas Kesehatan Kota Palembang.

"Benar saya sudah koordinasi dengan terkait minta bantuan 50 ribu masker. Hanya saja kita belum mendapatkan respon. Sebab, dari pusat saat ini memang masih belum ada khususnya di distributor-distributor," jelasnya saat dihubungi Selasa (3/3/2020).

Meski demikian, Dewa secara tegas mengatakan Pemkot Palembang tak akan berdiam diri mereka akan tetap terus mengupayakan sebagai bentuk antisipasi pencegahan bagi masyarakat Palembang.

"Kita tetap akan cari solusi terbaik," jelasnya.

Sementara itu, Plt Kadinkes Kota Palembang, Dr Ayus mengatakan, ketersediaan stok masker khususnya untuk masker jenis N95 dan masker medis masih mencukupi. Namun, untuk kondisi saat ini peruntukkan masker N95 digunakan bagi penderita yang terjangkit ataupun guna melindungi pekerja perawat kesehatan terhadap infeksi pernapasan akut yang menular.

"Kita harap masyarakat mengetahui perbedaan penggunaan jenis masker yang digunakan. Sebenarnya, dengan kondisi Kota Palembang saat ini belum ditemukan yang terjangkit virus corona, masyarakat cukup menggunakan masker medis biasa saja," jelasnya.

Masyarakat pun diharapkan bisa menyaring informasi dengan baik terkait langkah-langkah pencegahan virus corona. Karena jika salah malah justru akan berdampak buruk.

"Contohnya menggunakan tisu basah untuk masker itu tidak dibenarkan, malah justru menghirup terus menerus alcohol atau antiseptik yang ada di tisu basah akan berbahaya," jelasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat tetap tenang dan selalu mengedepankan pola hidup sehat, selalu cuci tangan dan makan bergizi. Dengan kondisi imunitas yang baik pencegahan virus dapat dilakukan. (SP/Cr26)

Editor: Ray Happyeni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved