Alasan Indonesia Belum Cocok Jadi Negara Maju Dibeberkan Ekonom

Indonesia dinilai belum pantas menyandang status negara maju seperti yang dinyatakan oleh Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR)

Google Map
Peta Indonesia dan negara-negara di sekitarnya. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Ekonom menyebut kalau Indonesia dinilai belum pantas menyandang status negara maju.

Indonesia disebut sebagai negara maju seperti yang dinyatakan oleh Kantor Perwakilan Perdagangan Amerika Serikat (USTR).

Ekonom Senior Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Aviliani mengatakan, terdapat perbedaan definisi maju antara USTR dengan World Bank.

Totok Pria Asal Sidoarjo Secara Sadis Merusak Organ Intim Mertuanya, Kesal Karena Tak Dipinjami Uang

Seusai Diajak Berhubungan Intim Oleh Wanita Misterius, Harta Pria Asal Malang Ini Langsung Raib

Apabila mengacu kepada definisi negara maju USTR, Indonesia memang sudah bisa mendapatkan gelar negara maju.

Salah satunya adalah kontribusi ekspor Indonesia terhadap global suda di atas 0,5 persen.

"Saat ini sudah 0,9 persen," kata dia, di Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Selain itu, Indonesia juga tergabung dalam organisasi internasional seperti G-20.

Terakhir, Indonesia dinilai memiliki rata-rata pertumbuhan ekonomi tinggi, yakni di kisaran 5 persen.

Namun, menurut Aviliani angka pertumbuhan tersebut masih relatif rendah untuk negara sebesar Indonesia.

Kemudian, apabila mengacu kepada klasifikasi Bank Dunia, kriteria pertama negara maju ialah pendapatan nasional bruto yang di atas 12.000 dollar AS per kapita.

Angka tersebut masih sangat jauh dari Indonesia.

Kemudian, jika melihat pendapatan per kapita nasional sebesar 3.840 dollar AS, World Bank masih mengkategorikannya sebagai negara berpendapatan menengah ke bawah.

"Indonesia masih kategori low middle income, penduduknya mayoritas di pertanian, pertanian masih mendominasi angkatan kerja sekitar 30 juta, sedangkan negara maju ada di industri dan jasa," ujarnya. 

Aviliani juga menyoroti porsi ekspor nasional yang masih rendah terhadap produk domestik bruto (PDB), yakni sebesar 25 persen.

"Vietnam kontribusi ekspor terhadap PDB mencapai 105 persen," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved