Hoax Penculikan

Merasa Dirugikan, Kepsek YPS Prabumulih Minta Polisi Cari Penyebar Video Penculikan Hoax

Masih banyaknya akun media sosial yang membagikan video isu penculikan siswa SD di YKPP 2 Prabumulih

Merasa Dirugikan, Kepsek YPS Prabumulih Minta Polisi Cari Penyebar Video Penculikan Hoax
EDISON/TRIBUNSUMSEL
Kepala Sekolah YPS 2 Prabumulih, Magri Anthony Spd. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Masih banyaknya akun media sosial yang membagikan video isu penculikan siswa SD di YKPP 2 Prabumulih, menjadi perhatian serius pihak sekolah YPS 2 Prabumulih yang berada di lingkungan PT Pertamina EP Asset 2.

Kepala Sekolah YPS 2 Prabumulih, Magri Anthony Spd mengaku pihaknya merasa dirugikan dengan banyaknya penyebaran video yang menyatakan siswa di sekolah tersebut yang diculik padahal tidak ada.

"Kita merasa dirugikan, pihak orang tua, guru dan anak-anak menjadi tidak tenang dengan adanya isu tersebut," ungkap Magri Anthony ketika diwawancarai, Jumat (14/02/2020).

Selain itu menurut Kepala sekolah tersebut, dengan peredaran video berisi caption YKPP tersebut membuat pihaknya dinilai tidak mampu menjaga keamanan murid yang belajar di sekolah padahal berita beredar tidak benar. "Ini tentu berpengaruh ke citra sekolah dan wali murid menjadi tidak percaya dengan sekolah, padahal jelas kejadian itu tidak di Prabumulih," katanya.

Viral dan Heboh Siswa SD YKPP Prabumulih Diculik, Ternyata Ini Fakta Sebenarnya

Menurut Magri, memang dalam caption di video yang beredar menyebutkan nama YKPP 2 Prabumulih berbeda dengan nama saat ini namun nama tersebut merupakan nama sekolah itu sebelum berganti menjadi bukan YPS 2 Prabumulih. "Memang dulu nama sekolah kita YKPP dan menjadi YPS, tapi ingatan masyarakat masih sama sehingga warga berpikir sekolah kita yang terjadi penculikan," bebernya.

Untuk itu Magri Anthony meminta kepada aparat penegak hukum atau petugas kepolisian agar menindak dan memberhentikan peredaran video hoax tersebut di media sosial karena meresahkan pihak sekolah dan para orang tua maupun masyarakat kota Prabumulih.

"Kami berharap aparat penegak hukum dapat mencari dan memberhentikan peredaran video bertuliskan kejadian di sekolah YKPP tersebut, agar diselesaikan karena meresahkan masyarakat khususnya para orang tua," katanya.

Magri mengaku pihaknya tidak berpikir melaporkan akun media sosial menyebarkan isu penculikan di Prabumulih tersebut namun hanya berharap kepada aparat penegak hukum untuk menemukan pemilik akun sehingga bisa dihentikan penyebaran video hoax tersebut.

"Kita tidak akan melapor karena yang tertulis adalah YKPP di caption video yang diunggah, bukan YPS, kalau itu YPS mungkin kita melapor. Meskipun kita merasa dirugikan," terangnya.

Lebih lanjut Magri berpesan seluruh masyarakat saat ini dari anak kecil hingga dewasa telah menggunakan handphone dan media sosial hendaknya bijak serta jangan asal membagikan hal yang belum jelas kebenarannya. "Seluruh masyarakat hendaknya menjaga dan membaca dulu informasi-informasi baru menyebarkan, jangan asal sebar," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, masyarakat kota Prabumulih khususnya para orang tua mendadak gempar dengan adanya peredaran video pengakuan anak yang lolos dari penculikan.
Warga heboh lantaran caption di video yang beredar menyebutkan siswa tersebut dari SD YKPP Prabumulih. (eds)

Penulis: Edison
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved