Bank Mandiri Cetak Laba Rp 27,5 Triliun, Tumbuh Hampir 10 Persen Dibanding Tahun Lalu

Bank Mandiri berhasil mencetak laba bersih Rp27,5 triliun atau tumbuh 9,9 persen dari akhir 2018.

Bank Mandiri Cetak Laba Rp 27,5 Triliun, Tumbuh Hampir 10 Persen Dibanding Tahun Lalu
Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Kantor Bank Mandiri 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Bank Mandiri berhasil mencetak laba bersih Rp27,5 triliun atau tumbuh 9,9 persen dari akhir 2018.

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan capaian ini didukung oleh pertumbuhan kredit konsolidasi yang sebesar 10,7 persen year hingga mencapai Rp907,5 triliun pada akhir tahun lalu.

Dari kucuran tersebut, perseroan berhasil mencatat pendapatan bunga bersih sebesar Rp59,4 triliun, naik 8,8% YoY dibanding tahun sebelumnya.

Seiring keinginan untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan, Bank Mandiri berhasil memperbaiki kualitas kredit yang disalurkan sehingga rasio NPL gross turun 42bps menjadi 2,33% dibandingkan Desember tahun lalu. Dampaknya, biaya CKPN pun ikut melambst sebesar -14,9% YoY menjadi Rp 12,1 triliun.

"Konsistensi untuk mengutamakan prinsip pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan dalam ekspansi serta inovasi layanan yang berkelanjutan melalui otomatisasi ataupun digitalisasi, menjadi kunci keberhasilan perseroan dalam melewati tahun 2019 yang diwarnai dengan persaingan ketat industri perbankan serta maraknya usaha pembiayaan berbasis digital," ujarnya, Jumat (14/2/2020).

Royke menambahkan, dalam penyaluran kredit, bank Mandiri senantiasa berpatokan pada kajian sektor guideline dan assessment karakter perusahaan yang ketat untuk memastikan pemenuhan kewajiban oleh calon debitur.

Bank Mandiri juga berusaha menjaga komposisi portofolio segmen wholesale dan retail yang saat ini di kisaran 65 persen dan 35 persen agar dapat memberikan return yang optimal.

Royke menjelaskan portofolio perseroan di segmen wholesale sampai dengan kuartal IV tahun 2019 mencapai Rp516,4 triliun atau tumbuh 9,3 persen year on year. Sedangkan segmen retail sebesar Rp275,9 triliun, tumbuh 11,9 persen secara tahunan. Jika kredit korporasi menjadi penopang utama segmen wholesale dengan capaian Rp329,8 triliun, maka kredit mikro dan kredit konsumer menjadi andalan segmen retail dengan capaian masing-masing Rp123,0 triliun dan Rp94,3 triliun.

“Kredit korporasi kami tumbuh baik di kisaran 7,7% YoY dibanding tahun sebelumnya, sedangkan penyaluran kredit mikro naik 20,1% secara yoy. Sementara di kredit konsumer yang akhir tahun 2019 tumbuh 7,9% YoY, bisnis kartu kredit dan kredit kendaraan bermotor (auto loan) menjadi penyumbang terbesar dengan laju ekspansi masing-masing 20,1% YoY menjadi Rp13,8 triliun dan 9,6% YoY menjadi Rp34,6 triliun,” kata Royke.

Untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR), pada sepanjang 2019, total KUR yang disalurkan mencapai Rp25,02 triliun, tumbuh 42,3 persen YoY atau mencapai 100,09 persen dari target tahun 2019 dengan jumlah penerima sebanyak 310.987 debitur. Dari jumlah tersebut, sebesar 50,10 persen disalurkan kepada sektor produksi, yakni pertanian, perikanan, industri pengolahan dan jasa produksi.

Di samping melalui program KUR, upaya Bank Mandiri membangun sektor riil juga diwujudkan melalui penyalurkan kredit UMKM sebesar Rp.92,23 triliun pada akhir tahun lalu, tumbuh 9,85 persen secara yoy, kepada 928.798 pelaku UMKM.

“Salah satu strategi kami dalam membangun sektor UMKM ini adalah dengan memanfaatkan value chain nasabah-nasabah wholesale, baik menjadi nasabah UMKM Bank Mandiri sendiri maupun menjadi target pasar hasil produksi nasabah UMKM Bank Mandiri,” kata Royke.(rel/arf)

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved