Berita Lubuklinggau

3 Jam Tanpa Penanganan, Anggota DPRD Ini Sebut Layanan RS Siti Aisyah Lubuklinggau Amburadul

Anggota DPRD Lubuklinggau dari Fraksi PDIP, Hambali Lukman, juga mengeluhkan pelayanan rumah sakit ini

3 Jam Tanpa Penanganan, Anggota DPRD Ini Sebut Layanan RS Siti Aisyah Lubuklinggau Amburadul
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Rumah Sakit Siti Aisyah (RSSA) Kota Lubuklinggau 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Pelayanan Rumah Sakit Siti Aisyah (RSSA) Lubuklinggau akhir-akhir ini mendapat sorotan dari masyarakat karena kurang maksimal dalam memberikan pelayanan.

Anggota DPRD Lubuklinggau dari Fraksi PDIP, Hambali Lukman, juga mengeluhkan pelayanan rumah sakit ini.

Ia mengatakan, saat itu ingin berobat karena sakit menggigil dan kepala sakit.

"Tiba di Unit Gawat Darurat (UGD) RSSA bukan pelayanan yang saya dapati, namun hanya ditanya oleh petugas mau rawat inap atau mau rawat jalan tanpa diambil tindakan," katanya pada sejumlah wartawan, Kamis (13/2/2020).

Akhirnya karena hanya ditanya rawat jalan dan rawat inap ia pun memilih rawat jalan.

Seorang petugas kemudian meminta Hambali segera mendaftar ke poli.

Pihak Rumah Sakit di Lampung Diduga Terlantarkan Pasien BPJS Kelas 3 Hingga Meninggal

"Saat itu langsung mendaftar ke poli dokter spesialis, yang ternyata tidak bisa menggunakan BPJS karena tidak ada rujukan. Istrinya mendaftar sebagai peserta umum, dan mendapat nomor urut 31," paparnya

Kemudian dengan kondisi sakit, ia terpaksa mengantre tanpa diberikan tindakan seperti tensi darah atau sejenisya.

Ia pun menunggu sampai dua jam namun belum juga dipanggil.

"Bahkan berkasnya hilang. Kalau boleh saya katakan pelayanan di sana amburadul, tidak jelas dan tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Setahu saya, ketika pasien masuk UGD yang terpenting harus ditangani dulu," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved