Penculikan di Palembang

Viral Dugaan Penculikan Gadis Sekayu, Dishub Muba Imbau Warga Pilih Transportasi Resmi

Kasus dugaan percobaan penculikan yang tejadi pada EH (22) warga Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Senin (10/2/20)

Viral Dugaan Penculikan Gadis Sekayu, Dishub Muba Imbau Warga Pilih Transportasi Resmi
SHINTA ANGRAINI/TRIBUNSUMSEL.COM
EH, korban penculikan. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU — Kasus dugaan percobaan penculikan yang tejadi pada EH (22) warga Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Senin (10/2/20) diduga dilakukan oleh oknum sopir travel membuat heboh.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupten Muba mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih moda transportasi, sehingga keselamatan dan kenyamanan penumpang lebih terjaga.

Kepala Dishub Muba H Pathi Riduan, mengungkapkan bahwa dirinya sangat menyesalkan atas kasus percobaan penculikan yang dilakukan oleh oknum sopir travel.

Agar kejadian semula tidak terulang kembali pihaknya mengimbau masyatakat untuk memilih trasnportasi yang resmi.

Dalami Dugaan Penculikan Oleh Sopir Travel, Polisi Masih Kejar Pelaku

Breaking News: Terlacak Sopir Travel yang Dituduh Menculik EH, Ini Fakta-fakta Terbaru

“Ya, kami mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam memilih transportasi baik itu mau ke Palembang ataupun ke Sekayu. Selain itu, kita sudah ada Bus Damri dengan harga yang terjangkau sangat murah fasilitas nyaman dan juga AC,”kata Pathi, Rabu (12/2/20).

Ketika disinggung mengenai persoalan banyaknya travel gelap yang sering mengangkut penumpang melalui suatu tempat jasa penyedia layanan.

Pihaknya, tidak bisa berkomentar teralu banyak. Menurutnya transportasi resmi ke Palembang hanya Bus Damri saja.

“Travel itu tidak ada izin trayek dan yang mengantongi izin trayek yakni Bus Damri, kalau angkutan resmi dilindungi oleh asuransi. Nah, jadi masyatakat harus cermat dalam memilih transportasi jika menggunakan travel hendaknya mengetahui sopir serta penumpang lainnya agar kejadian serupa tidak terulang kembali,”jelasnya.

Sementara, Romi warga Sekayu yang sering menggunakan jasa travel di Sekayu mengungkapkan sangat menyesalkan perbuatan yang terjadi. Menurutnya, kejadian tersebut sangat tidak diduga.

“Saya biasa pak gonta-ganti travel, menurut saya nyaman-nyaman saja. Tapi, kalau tidak ada sopir yang siap jangan juga di over sama sopir lain, karena belum tentu kita tahu niatan sopir tersebut,”ungkapnya. (dho)

Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved