Berita Palembang

Ibu Penganiaya Siswa SMA Taruna Indonesia Menangis, Anaknya Dituntut Hukuman Penjara 8 Tahun

ibu kandung Obby, Romdania (44 tahun), tak kuasa menahan tangis atas tuntutan yang dijatuhkan kepada anak semata wayangnya itu

Ibu Penganiaya Siswa SMA Taruna Indonesia Menangis, Anaknya Dituntut Hukuman Penjara 8 Tahun
Tribun Sumsel/ Shinta Dwi Anggraini
Obby Frisman Arkataku (24 tahun), terdakwa kasus kekerasan yang mengakibatkan tewasnya Delwyn Delwyn Berli Juliandro (14 tahun) siswa SMA Taruna Indonesia, dituntut hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan, Senin (10/2/2020). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Obby Frisman Arkataku (24 tahun), terdakwa kasus kekerasan yang mengakibatkan tewasnya Delwyn Delwyn Berli Juliandro (14 tahun) siswa SMA Taruna Indonesia, dituntut hukuman delapan tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan, Senin (10/2/2020).

Ditemui setelah persidangan, ibu kandung Obby, Romdania (44 tahun), tak kuasa menahan tangis atas tuntutan yang dijatuhkan kepada anak semata wayangnya itu.

Bahkan ia tak sanggup memberikan komentar dan terus saja menangis tersedu seraya mengusap air mata yang terus menetes membahasi pipinya.

Kuasa hukum Obby, Harry Susanto menilai, tuntutan yang dijatuhkan terhadap klaennya dirasa begitu berat.

Sebab hingga kini, pihaknya masih tetap berkeyakinan bahwa Obby tidak melakukan perbuatan yang selama ini dituduhkan kepadanya.

"Untuk itu, kami akan menyampaikan pembelaan melalui pembacaan pledoi pada sidang selanjutnya," ujar dia dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Kelas 1 A khusus Palembang.

"Intinya kami tetap pada pembelaan awal yakni Obby tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan kepadanya," sambung dia.

Sementara itu di dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum Kejari Palembang Indah Kumala Dewi SH melalui Jaksa Pengganti Erwin SH mengatakan perbuatan terdakwa terbukti bersalah.

Yakni melanggar ketentuan pasal 80 ayat (3) JO pasal 76 huruf (c) Undang-undang Republik Indonesia No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Bahwa terdakwa terbukti melakukan tindak pidana menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan dalam hal anak," ujar JPU

Halaman
123
Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved