Cap Go Meh 2020

Diprediksi Banyak Wisatawan Malaysia, Singapura dan China Rayakan Cap Go Meh di Palembang

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tidak ada larangan menolak atau membatasi tujuan perjalanan wisatawan dari luar negeri

Diprediksi Banyak Wisatawan Malaysia, Singapura dan China Rayakan Cap Go Meh di Palembang
KOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUM
Foto Ilustrasi Pagoda di Pulau Kemaro. Ada tiga event besar Cap Go Meh di Palembang yakni cap go Meh di pulau Kemaro, cap go Meh di Kampung Kapitan, juga festival lampion 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tidak ada larangan menolak atau membatasi tujuan perjalanan wisatawan dari luar negeri khususnya dari China pasca merebaknya Virus Corona.

Kepala Dinas Pariwisata Palembang Isnaini Madani, memprediksi akan banyak kunjungan wisatawan mancanegara saat perayaan Cap Go Meh, 6 Februari 2020.

Dia memperkirakan wisatawan dari Malaysia, Singapura, Tiongkok dan lainnya masih akan mendominasi wisatawan mancanegara yang akan berkunjung.

"Kita tidak boleh menolak wisatawan yang berkunjung selama pemerintah pusat tidak menetapkan larangan atau warning pembatasan kunjungan karena itu akan merusak citra pariwisata Palembang dan wisatawan enggan berkunjung," ujar Isnaini, Senin (3/2/2020).

Menurutnya semua pihak terkait sudah bekerja dan berkoordinasi mengatasi masalah Corona.

Jelang Cap Go Meh, Pemkot Palembang Tidak Larang Wisatawan Negara Terjangkit Virus Corona

Mulai dari menyediakan alat pendeteksi penyakit tersebut, pengawasan di bandara hingga menyiapkan tempat karantina oleh Imigrasi juga rumah sakit terkait.

Isnaini mengatakan saat ini tidak bisa melihat dampak langsung apakah kunjungan wisatawan khususnya wisatawan mancanegara turun karena angkanya hanya bisa dihitung dan dibanding di akhir tahun.

"Sekarang tidak bisa dilihat sebab menghitung jumlah wisatawan itu akumulasi satu tahun bukan per bulan atau minggu," ujarnya.

Dia berharap adanya tiga event besar Cap Go Meh yakni cap go Meh di pulau Kemaro, cap go Meh di Kampung Kapitan, juga festival lampion bisa menawari banyak wisatawan berkunjung ke Palembang.

Jika semakin banyak wisatawan berkunjung berarti akan semakin banyak memberikan sumbangsih Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Palembang.

Kunjungan itu juga akan menggerakan roda perekonomian karena wisatawan menghabiskan uang untuk makan, menginap juga belanja.

Tahun lalu ada 2,1 juta wisatawan lokal dan 12 ribu wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Palembang.

Tahun ini dia optimis target kunjungan wisawatan naik enam persen karena tahun 2019 yang dikenal sebagai tahun politik, tahun tiket pesawat mahal dan lainnya tapi sektor pariwisata tetap tumbuh baik.

Ungkap Kebiasaan Bosnya Soal Mobil Mewah, Segini Gaji Sopir Pribadi Hotman Paris Per Bulan

Tahun ini semua ketegangan politik sudah usai, tiket pesawat turun, dan terbukanya tol menjadi akses baru wisatawan berkunjung ke Palembang melalui jalur darat sehingga potensi kunjungan pariwisata akan semakin bagus.

"Palembang akan bekerjasama dengan Lampung membuat paket wisata karena kedua daerah ini berbeda budaya, kuliner, tempat wisata dan lainnya sehingga menawarkan keunikan sendiri yang berbeda sehingga akan baik jika dikolaborasikan bersama," tutupnya.

Penulis: Hartati
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved