Prabumulih Tuan Rumah MTQ Sumsel 2020, Ridho Minta Jangan Ambil Qori-Qoriah dari Luar

Pemerintah Kota Prabumulih terus melakukan sejumlah persiapan untuk menjadi tuan rumah lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)

Penulis: Edison | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Edison
Walikota Prabumulih, Ridho Yahya 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH-Pemerintah Kota Prabumulih terus melakukan sejumlah persiapan untuk menjadi tuan rumah lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2020.

"Kita terus melakukan persiapan-persiapan untuk menjadi tuan rumah dan sejauh ini sudah 80 persen, mulai dari tempat pelaksanaan, tempat menginap dan lainnya," ungkap Walikota Prabumulih, Ridho Yahya ketika diwawancarai wartawan.

Ridho menuturkan, sejauh ini ada empat daerah lagi yang belum melapor untuk ikut MTQ masih ditunggu konfirmasinya dan untuk penginapan sendiri tiap daerah disiapkan sebanyak 20 kamar.

"Nanti untuk penginapan kita siapkan homestay tiap daerah, kita hanya menyiapkan saja dan nanti terserah mereka mau menginap di mana, apa mau di hotel atau di homestay, karena daerah masing-masing akan membayar sendiri," bebernya.

Sama halnya dengan pelaksanaan Porprov, Ridho menjelaskan nantinya setiap OPD akan memegang satu daerah untuk mendampingi dan mengurus segala keperluan dalam perlaksanaan perlombaan MTQ itu.

"Kenapa OPD kita libatkan karena mereka bisa diberdayakan dan tiap daerah satu instansi yang urus, dari pada kita menggunakan EO (Even Organizer)," jelasnya.

Lebih lanjut suami Suryanti Ngesti Rahayu ini menerangkan, rencana pihaknya juga akan memakai rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) untuk penginapan para peserta dan official MTQ.

"Akan kita pakai dan jika nanti ada kerusakan akan kita lakukan perbaikan di Rusunawa itu," terangnya.

Ridho menuturkan, pihaknya saat ini masih bingung menentukan tempat pelaksanaan di mana pihak penyelenggara menginginkan dilaksanakan di depan Gedung Pemkot Prabumulih di Cambai.

Sementara dirinya menginginkan di kawasan Islamic Center Jalan Lingkar Timur Prabumulih.

"Kalau di Islamic Center bisa terpusat karena dekat rusunawa tempat menginap dan masjidnya dekat. Tetapi mereka ingin di halaman Pemkot, biar terlihat megah dan meriah. Oleh karena itu masih ada 2 alternatif tempat penyelenggaraan jadi belum kita putuskan dahulu," tuturnya.

Disinggung mengenai persiapan qori dan qoriah, adik kandung Wakil Gubernur Mawardi Yahya ini mengatakan, sama dengan Porprov maka pihaknya menegaskan agar qori-qoriah merupakan warga asli kota Prabumulih.

"Kita tidak akan ambil qori-qoriah dari luar untuk ikut MTQ, karena kita memiliki qori-qoriah yang bagus-bagus. Untuk apa dapat juara umum kalau qori-qoriahnya diambil dari luar," tegas Walikota.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved